Kepsul, Detikharianpos.com – Pengurus baru KONI Kepulauan Sula (Kepsul), Maluku Utara, langsung disorot publik. Seleksi pemain sepak bola untuk Porprov V Maluku Utara 2026 dilakukan tanpa melibatkan PSSI, induk organisasi resmi. Apakah langkah ini bisa membuat tim Sula diblacklist?
Ketua PSSI Kepulauan Sula, Rafiudin Duwila, menilai tindakan KONI sepihak merugikan atlet dan menabrak mekanisme organisasi olahraga. Ia menegaskan langkah amburadul ini menimbulkan pertanyaan serius terkait pemahaman pengurus baru terhadap tata kelola olahraga.
“Bagaimana mungkin KONI mengambil alih proses seleksi sepak bola tanpa melibatkan PSSI? Hal ini jelas merugikan atlet dan mengabaikan aturan organisasi,” tegas Rafiudin, Selasa (7/4/2026).
Rafiudin menekankan, kewenangan teknis, pembinaan, dan seleksi pemain sepak bola sepenuhnya berada di tangan PSSI, bukan KONI. Langkah sepihak ini berpotensi menimbulkan konflik antar lembaga sekaligus mempertaruhkan keabsahan tim Sula di Porprov.
Sebelumnya, PSSI Kepulauan Sula telah ikut rapat bersama KONI dan seluruh cabang olahraga membahas tahapan seleksi. Namun pelaksanaan justru dijalankan KONI sendiri, tanpa koordinasi lanjutan, sehingga proses seleksi dianggap tidak transparan dan amburadul.
“Kami sudah menyiapkan tim pemantau bakat, kerangka pelatih lengkap dengan legalitas, dan jadwal pemanggilan pemain. Semua sesuai mekanisme. Mengapa KONI tetap mengambil alih proses?” ungkap Rafiudin.
Langkah sepihak ini memunculkan pertanyaan penting, apakah pengurus baru benar-benar memahami aturan organisasi olahraga, atau sepak bola Kepulauan Sula akan menjadi korban amburadulnya manajemen?
Meski keras mengkritik, Rafiudin tetap mengajak semua pihak membangun koordinasi sehat. “Sepak bola ini milik semua pihak. Jangan sampai amburadulnya KONI merugikan atlet dan nama baik Kepulauan Sula,” pungkasnya.
Sementara itu, pihak KONI Kepulauan Sula belum terkonfirmasi hingga berita ini diturunkan.
Penulis : Lidik
















