Jakarta, Detikharianpos.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APDESI Merah Putih menegaskan peran strategis pemerintah desa dalam menyiapkan generasi emas Indonesia 2045 yang unggul dan berkarakter. Desa dinilai menjadi fondasi utama lahirnya masa depan bangsa.
Ketua Umum DPP APDESI Merah Putih, A. Anwar Sadat, SH, menyatakan bahwa Indonesia Emas tidak akan lahir semata dari kota, melainkan dari desa-desa yang menjadi tempat tumbuh lebih dari 70 ribu komunitas masyarakat di seluruh tanah air.
Menurutnya, anak-anak desa bukan sekadar bagian dari statistik kependudukan, melainkan calon pemimpin Indonesia di masa depan. Oleh karena itu, pembangunan desa tidak boleh hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus menyentuh pembangunan karakter manusia.
“Pemerintah desa adalah pemerintahan yang paling dekat dengan rakyat. Kepala desa mengenal langsung warganya, keluarganya, hingga anak-anaknya. Kedekatan inilah yang menjadi kekuatan utama desa,” ujar Anwar Sadat.
Ia mengungkapkan, tantangan desa saat ini tidak hanya berkutat pada persoalan kemiskinan, tetapi juga rendahnya literasi, pernikahan usia dini, anak putus sekolah, kecanduan gawai, hingga krisis arah dan harapan hidup generasi muda. Jika dibiarkan, kondisi tersebut berpotensi mengubah bonus demografi menjadi beban demografi.
Karena itu, Anwar Sadat menekankan perlunya transformasi peran pemerintah desa, dari sekadar administrator pemerintahan menjadi pembina peradaban masyarakat. Desa diharapkan menjadi ruang pendidikan karakter yang aman, inklusif, dan produktif.
Ia juga mendorong Dana Desa dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Penggunaannya perlu diarahkan pada pendidikan nonformal, rumah baca, pelatihan keterampilan pemuda, penguatan keluarga, pencegahan stunting, serta pengembangan ekonomi produktif melalui KOPDES Merah Putih dan BUMDes.
“Desa tidak cukup hanya membangun jalan dan gedung. Desa harus membangun manusia yang berakhlak, mandiri, kreatif, mencintai budaya, dan mampu bersaing di era digital tanpa kehilangan jati diri,” tegasnya.
Rakernas APDESI Merah Putih disebut menjadi momentum konsolidasi gerakan Desa Mendidik, yakni desa yang melindungi anak, menguatkan keluarga, menggerakkan literasi, serta membuka ruang kreativitas bagi generasi muda.
Anwar Sadat menegaskan, apabila desa berhasil menyiapkan generasi unggul, Indonesia tidak perlu khawatir menghadapi masa depan.
“Membangun desa bukan hanya membangun wilayah, tetapi membangun manusia. Ketika manusia desa kuat, Indonesia akan benar-benar menjadi bangsa besar,” pungkasnya.
Penulis : Lidik
Sumber Berita: DPP Akpersi







