Proyek Jembatan Fangahu Mandek Dua Pekan, Krisis Material Jadi Alasan

- Jurnalis

Jumat, 6 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Taliabu, Detikharianpos.com – Proyek pembangunan Jembatan Fangahu di Desa Bobong, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, terhenti hampir dua pekan tanpa aktivitas. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat, sementara anggaran miliaran rupiah telah dicairkan sebagian.

Pekerjaan jembatan tersebut dikerjakan CV Risky Alief Putra berdasarkan Kontrak Nomor 602.2/14.kons/kontrak/PPK/BM/DPU-PR/PT/2025 dengan nilai Rp3,57 miliar dan waktu pelaksanaan 40 hari kalender.

Warga sekitar mempertanyakan penghentian pekerjaan yang terjadi tanpa penjelasan terbuka. Salah seorang warga, Anjas, mengaku tidak mengetahui alasan proyek mandek sejak dua minggu terakhir.

“Sudah lama tidak ada pekerjaan, tapi tidak ada penjelasan ke masyarakat,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek tersebut telah menerima pencairan anggaran sebesar 30 persen atau sekitar Rp1,07 miliar dari total nilai kontrak.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pulau Taliabu, Endro Sudarmono, membenarkan adanya keterlambatan pelaksanaan pekerjaan. Ia menyebut kendala utama terletak pada ketersediaan material batu split.

“Pekerjaan terhambat karena material split,” kata Endro.

Sementara itu, pengawas dari pihak rekanan menyampaikan bahwa penghentian pekerjaan bukan unsur kesengajaan. Menurutnya, batu split yang berizin dan memenuhi standar teknis tidak tersedia di wilayah Pulau Taliabu sehingga harus didatangkan dari luar daerah.

Akibat keterlambatan tersebut, pihak rekanan telah mengajukan adendum perpanjangan waktu pelaksanaan. Meski demikian, pengawas mengklaim progres fisik pembangunan jembatan telah mencapai sekitar 50 persen.

Pengawas juga mendorong Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Taliabu melakukan evaluasi terhadap ketersediaan material pilihan di daerah, agar hambatan serupa tidak kembali terjadi pada proyek infrastruktur lainnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada kepastian kapan pekerjaan Jembatan Fangahu kembali dilanjutkan. Sejumlah pekerja di lokasi proyek sebelumnya enggan memberikan keterangan dan mengarahkan media untuk menghubungi pihak pengawas.

Penulis : Lidik

Sumber Berita: Fardanan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikharianpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Taliabu di Titik Balik 13 Tahun
DPRD Taliabu Soroti Polda Malut, Kasus Jalan Rabat Beton Rp16 Miliar Tak Jelas
Di Hadapan Akademisi UI, Bupati Sashabila Urai Tantangan dan Strategi Fiskal Taliabu
Pemda Taliabu Kebut Persiapan HUT ke-13, Ini Agenda Lengkapnya
Lem Bukan Makanan, Aibon–Fox Ikut “Dihabisi” Pelajar di Bobong
Patroli Cipkon Malam, Polisi Amankan Miras dan Pelajar Konsumsi Lem Fox
Seleksi Ketat, 289 Calon Paskibraka Taliabu Jalani Tes Online BPIP
Target Listrik 24 Jam, PLN Drop 200 Tiang di Samuya – Waikoka

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 09:43 WIT

Taliabu di Titik Balik 13 Tahun

Kamis, 16 April 2026 - 03:22 WIT

DPRD Taliabu Soroti Polda Malut, Kasus Jalan Rabat Beton Rp16 Miliar Tak Jelas

Rabu, 15 April 2026 - 15:47 WIT

Di Hadapan Akademisi UI, Bupati Sashabila Urai Tantangan dan Strategi Fiskal Taliabu

Selasa, 14 April 2026 - 05:44 WIT

Pemda Taliabu Kebut Persiapan HUT ke-13, Ini Agenda Lengkapnya

Senin, 13 April 2026 - 00:50 WIT

Lem Bukan Makanan, Aibon–Fox Ikut “Dihabisi” Pelajar di Bobong

Berita Terbaru

Maluku Utara

Gaungkan Integritas Tanpa Kompromi, LPP Ternate Lawan Pelanggaran

Jumat, 8 Mei 2026 - 06:23 WIT