Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra terbaik Maluku Utara. M. Uriel Algiffari, siswa kelas II SMP asal Kabupaten Halmahera Tengah, berhasil memperoleh penghargaan khusus dari National Aeronautics and Space Administration (NASA) setelah menemukan celah keamanan (bug) pada salah satu sistem web NASA melalui program Vulnerability Disclosure Program (VDP) atau yang dikenal sebagai Bug Bounty Program.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Uriel dalam menemukan dan melaporkan kerentanan keamanan (security vulnerability) secara bertanggung jawab (responsible disclosure). Temuan tersebut dinilai membantu meningkatkan keamanan sistem yang dikelola NASA.
M. Uriel Algiffari merupakan remaja berusia 14 tahun yang lahir di Tidore, Maluku Utara. Saat ini ia duduk di bangku kelas II SMP di Kabupaten Halmahera Tengah. Di balik prestasi internasional yang diraihnya, Uriel berasal dari keluarga sederhana. Kedua orang tuanya berprofesi sebagai guru SMP yang mengabdi di Kabupaten Halmahera Tengah.
Minat Uriel terhadap dunia sains, teknologi, dan keamanan siber telah berkembang sejak usia dini. Ia juga pernah mengikuti pelatihan metode Gampang, Asyik, dan Menyenangkan (GASING) di Halmahera Tengah. Kemampuan akademik dan potensi yang dimilikinya kemudian mendapat perhatian dari GASING Academy, yang kini tengah membinanya untuk mengikuti berbagai kompetisi sains dan teknologi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Prestasi yang diraih Uriel menjadi bukti bahwa generasi muda dari daerah memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat global apabila memperoleh kesempatan, pembinaan, dan dukungan yang memadai. Keberhasilannya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya, khususnya di Maluku Utara, untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, rekayasa, matematika, dan keamanan siber.
Keberhasilan M. Uriel Algiffari sekaligus menjadi kebanggaan bagi masyarakat Maluku Utara dan Indonesia. Di usia yang masih sangat muda, ia telah menunjukkan bahwa dedikasi, ketekunan belajar, serta keberanian mengembangkan kemampuan di bidang teknologi dapat mengantarkan anak bangsa meraih pengakuan dari lembaga bergengsi dunia seperti NASA.








































