Demokrasi Tidak Meminta Rakyat Diam

- Jurnalis

Selasa, 7 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh. SULFI NH BUGIS

 

Adalah sebuah keanehan yang secara gamblang di pertontonkan ketika di tengah deretan masalah tata kelola publik, muncul seruan dari pejabat agar warga cukup sibuk membayar pajak dan menahan diri untuk tidak banyak berkomentar soal pembangunan. Itu bukan sekadar blunder komunikasi; itu peta pikir yang merusak demokrasi — sebuah peta yang mencoba menguburkan hak publik dalam simpul-simpul birokrasi.

Konstitusi tidak pernah memangkas warga jadi mesin pembayar pajak yang tak berhak bertanya. Pajak adalah mandat rakyat kepada negara untuk dikelola demi kemakmuran bersama; tiap rupiah yang berpindah ke kas negara membawa serta hak publik untuk menuntut akuntabilitas: bertanya, mengkritik, mengevaluasi, bahkan menolak jika kebijakan melenceng dari kepentingan umum.

Meminta warga hanya membayar tanpa memberi mereka hak pengawasan adalah logika rezim feodal yang menyamarkan subordinasi sebagai kebijakan fiskal. Demokrasi modern berdiri di atas prinsip yang jelas: tidak ada pemungutan pajak tanpa representasi — atau dalam bahasa sehari-hari, jangan pungut lalu bungkam.

Ironi paling tajam muncul ketika suara-suara pengkritik disemprit demi “stabilitas pembangunan”, sementara bukti-bukti maladministrasi muncul di penerangan lampu sorot: dugaan korupsi dalam Program Makan Bergizi Gratis, penggantian pimpinan lembaga pelaksana, dan penyelidikan aparat penegak hukum. Ini bukan konspirasi bayangan; ini adalah jejak yang memerlukan pemeriksaan serius, bukan umpatan balik ke pengkritik.

Kenyataan itu seharusnya jadi wake-up call bagi para pembela kekuasaan yang gemar menyematkan label “anti-pemerintah” pada semua kritik. Sejarah menunjukkan bahwa pengawasan publik sering lebih dahulu mencium bau kebocoran daripada mekanisme birokrasi yang lamban membusuk dari dalam.

Lebih miris lagi, sebagian elite politik memilih peran sebagai juru bicara kekuasaan—bukan penjaga akal sehat publik.

Mereka berlomba-lomba merawat citra, menutup celah, dan merapikan narasi meski lapangan memancarkan banyak celah. Loyalitas pada partai atau jabatan menenggelamkan integritas intelektual; menjadi pembela kasat mata menggantikan tugas sebagai pengawas yang skeptis.

READ  Kapolres Singkawang Berikan Penghargaan kepada Bhabinkamtibmas Berprestasi, Apresiasi Dedikasi untuk Masyarakat dan Ketahanan Pangan

Seorang menteri bukanlah humas kampanye; ia pejabat publik yang digaji untuk berpikir jernih, menyodorkan fakta apa adanya, dan memastikan kebijakan berpihak pada rakyat. Ketika kontor negara menjadi pabrik propaganda alih-alih ruang deliberasi, negara melepaskan salah satu mekanisme koreksinya sendiri.

Bangsa ini tidak butuh menteri yang selalu berujar “semua baik-baik saja.” Yang dibutuhkan adalah negarawan yang berani mengakui kesalahan, membuka lembar evaluasi, dan memperbaiki arah sebelum luka kecil berubah menjadi penyakit kronis. Pembangunan bukan catwalk untuk pencitraan; ia proses panjang yang selamat hanya jika kritik dianggap kompas, bukan musuh.

Sebab kekuasaan yang anti-kritik hampir selalu menolak koreksi. Tanpa koreksi ia kehilangan legitimasi moral; tanpa legitimasi, retorika legitimasi menjadi sekadar kata-kata tanpa bobot. Ukuran sejati keberhasilan pemerintah bukanlah seberapa keras pembelaannya terhadap program, melainkan seberapa cepat dan tulus ia mengakui kelalaian, memperbaiki tata kelola, dan menempatkan kepentingan rakyat di atas upaya merawat citra kekuasaan.

Related posts:

Diduga Alihkan Dana Proyek, Mantan Kuasa Direktur PT Astama Adhi Karya Dilaporkan ke Polda Metro Jay...

Agustus 1, 2026
Hukum

AKPERSI Minta Presiden Tak Generalisasi Wartawan atas Pernyataan "Londo Ireng"

Juli 25, 2026
Nasional

Final Piala Dunia 2026 Makin Panas, Ayah Erik Yakin Argentina Angkat Trofi

Juli 19, 2026
Nasional

Bupati Ubaid Yakub Buka TMMD ke-129 di Haltim, Tegaskan Sinergi TNI dan Pemda Bangun Desa

Juli 15, 2026
Nasional

Siswa SMP Asal Halmahera Tengah Raih Penghargaan Khusus dari NASA Lewat Program Vulnerability Disclo...

Juli 11, 2026
Nasional

Ketika Desa Dipaksa Menanggung Ongkos Negara yang Gagal Menata Dirinya

Juli 6, 2026
Nasional

Angkatan Muda Togale Haltim Desak Polda Maluku Utara Usut Tuntas Dugaan Pelecehan Tarian Adat Cakale...

Juni 30, 2026
Nasional

1.000 Bibit Durian Bantuan Dinas Pertanian Mati, Warga Talaga Jaya Minta Evaluasi Penyaluran

Juni 25, 2026
Nasional

Salimah dan BKMT Haltim Bentuk Panitia Bersama Ansyithah Muharram di Tutuling Jaya, Usung Tema "Hijr...

Juni 20, 2026
Nasional

GEMMU Jabodetabek Demo Kejagung dan Kementerian PU, Soroti Dugaan Penyimpangan Proyek Bendungan Irig...

Juni 17, 2026
Nasional

Ketua GRIB Haltim Soroti Tuntutan Kompensasi Lahan Masyarakat Lingkar Tambang PT Alam Raya Abadi

Juni 13, 2026
Halmahera Timur

Kapolres Singkawang Berikan Penghargaan kepada Bhabinkamtibmas Berprestasi, Apresiasi Dedikasi untuk...

Juni 11, 2026
Nasional

Pemerintah Kota Singkawang Percepat Program Penyediaan 4.000 Rumah Layak Huni

Juni 11, 2026
Nasional

Harga Pertamax Naik, DPR dan Pemerintah Siapkan Stimulus, Migrasi ke Pertalite Diprediksi Meningkat ...

Juni 11, 2026
Nasional

Dukung Kebijakan Prabowo Ganti Kepala BGN, Mislan Syarif Optimistis MBG Lebih Efektif

Juni 4, 2026
Maluku Utara

Perkuat Kelembagaan, Ketum AKPERSI Serahkan SK Pengurus DPD Banten

Mei 17, 2026
Nasional

DPP AKPERSI dan LIRA Perkuat Sinergi Kawal Demokrasi dan Kebebasan Pers

Maret 12, 2026
Nasional

Rakernas APDESI Merah Putih Tekankan Peran Strategis Desa Menyiapkan Generasi Emas 2045

Februari 7, 2026
Press Release

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikharianpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Alihkan Dana Proyek, Mantan Kuasa Direktur PT Astama Adhi Karya Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
AKPERSI Minta Presiden Tak Generalisasi Wartawan atas Pernyataan “Londo Ireng”
Final Piala Dunia 2026 Makin Panas, Ayah Erik Yakin Argentina Angkat Trofi
Bupati Ubaid Yakub Buka TMMD ke-129 di Haltim, Tegaskan Sinergi TNI dan Pemda Bangun Desa
Siswa SMP Asal Halmahera Tengah Raih Penghargaan Khusus dari NASA Lewat Program Vulnerability Disclosure
Ketika Desa Dipaksa Menanggung Ongkos Negara yang Gagal Menata Dirinya
Angkatan Muda Togale Haltim Desak Polda Maluku Utara Usut Tuntas Dugaan Pelecehan Tarian Adat Cakalele
1.000 Bibit Durian Bantuan Dinas Pertanian Mati, Warga Talaga Jaya Minta Evaluasi Penyaluran

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 08:41 WIT

Diduga Alihkan Dana Proyek, Mantan Kuasa Direktur PT Astama Adhi Karya Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:29 WIT

AKPERSI Minta Presiden Tak Generalisasi Wartawan atas Pernyataan “Londo Ireng”

Minggu, 19 Juli 2026 - 07:17 WIT

Final Piala Dunia 2026 Makin Panas, Ayah Erik Yakin Argentina Angkat Trofi

Rabu, 15 Juli 2026 - 04:24 WIT

Bupati Ubaid Yakub Buka TMMD ke-129 di Haltim, Tegaskan Sinergi TNI dan Pemda Bangun Desa

Sabtu, 11 Juli 2026 - 06:42 WIT

Siswa SMP Asal Halmahera Tengah Raih Penghargaan Khusus dari NASA Lewat Program Vulnerability Disclosure

Berita Terbaru