Wanita di Balik “Kalah Doy Masuk Bui” Kini Masuk Ranah Hukum Berbeda

- Jurnalis

Minggu, 12 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ternate, Detikharianpos.com – Perempuan yang viral usai melontarkan pernyataan “kalah doy masuk bui” kini harus berhadapan dengan proses hukum. Ia dilaporkan ke Polres Halmahera Utara atas dugaan pencemaran nama baik dan pencemaran profesi.

Laporan tersebut diajukan oleh seorang perempuan berinsial FN dan telah diterima dengan nomor Surat Tanda Penerimaan Laporan Pengaduan (STPLP): STPLP/ 170/ IV/ SPKT/ 2026.

FN mengaku menempuh jalur hukum setelah merasa dirugikan atas pernyataan terlapor yang disampaikan melalui siaran langsung Facebook maupun unggahan di media sosial.

“Ini terkait saya pribadi yang diserang di media sosial,” ungkap FN, Minggu (12/04/2026).

Ia menjelaskan, persoalan bermula saat terlapor diduga mengambil tangkapan layar komentar miliknya di salah satu unggahan orang lain, yang kemudian dijadikan bahan untuk menyampaikan pernyataan bernada menyerang.

Sejak saat itu, terlapor disebut kerap melontarkan kalimat yang dinilai tidak pantas, termasuk menyinggung kehidupan rumah tangga serta profesi pelapor.

“Walaupun tidak disebut nama, tapi yang disampaikan itu mengarah ke saya, baik soal profesi maupun rumah tangga,” ujarnya.

Kasus ini kemudian berkembang menjadi perhatian luas, mengingat terlapor sebelumnya telah viral melalui pernyataan dalam siaran langsung yang memuat narasi sensitif terkait proses hukum.

“Permirsa ngoni liat saja, kalo sampe saya maso ka dalam berarti saya kalah doy. Polisi tra akan maha-maha ngoni kalo ngoni tra ada doy,” ujar terlapor dalam video yang beredar.

Pernyataan tersebut kini menjadi sorotan publik dan memunculkan pertanyaan besar di ruang publik, apakah narasi yang disampaikan itu memiliki dasar, atau justru akan terbantahkan melalui proses hukum yang sedang berjalan.

Di sisi lain, laporan yang diajukan FN menjadi pintu masuk untuk menguji bagaimana proses penegakan hukum berlangsung secara objektif, transparan, dan profesional.

Perkembangan kasus ini dinilai tidak hanya menyangkut dugaan pencemaran, tetapi juga menjadi momentum penting untuk menjawab keraguan publik terhadap narasi yang telah terlanjur viral.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Halmahera Utara masih dalam upaya konfirmasi terkait laporan tersebut.

Publik kini menanti pembuktian di lapangan, apakah hukum akan berjalan sesuai prosedur, atau justru narasi “kalah doy masuk bui” yang akan terus menjadi perdebatan.

Penulis : Lidik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikharianpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral di Medsos, Wanita ini Sebut “Polisi Tra Akan Maha-Maha Kalo Tra Ada Doy”
Dugaan Kosmetik Bermasalah di Ternate, Dinkes dan BPOM Mulai Lakukan Penelusuran
Dugaan Kosmetik Bermasalah Beredar di Ternate, Pengawasan Instansi Terkait Dipertanyakan
Mislan Syarif Serap Aspirasi Pendidikan di Kendari, Dorong Peningkatan SDM Sula – Taliabu
Mislan Syarif Pimpin DPW Tani Merdeka Malut, Komitmen Dorong Lompatan Besar Sektor Pertanian

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 08:37 WIT

Wanita di Balik “Kalah Doy Masuk Bui” Kini Masuk Ranah Hukum Berbeda

Jumat, 10 April 2026 - 14:12 WIT

Viral di Medsos, Wanita ini Sebut “Polisi Tra Akan Maha-Maha Kalo Tra Ada Doy”

Jumat, 13 Maret 2026 - 04:02 WIT

Dugaan Kosmetik Bermasalah di Ternate, Dinkes dan BPOM Mulai Lakukan Penelusuran

Sabtu, 7 Maret 2026 - 10:58 WIT

Dugaan Kosmetik Bermasalah Beredar di Ternate, Pengawasan Instansi Terkait Dipertanyakan

Senin, 9 Februari 2026 - 22:36 WIT

Mislan Syarif Serap Aspirasi Pendidikan di Kendari, Dorong Peningkatan SDM Sula – Taliabu

Berita Terbaru

Pulau Taliabu

Seleksi Ketat, 289 Calon Paskibraka Taliabu Jalani Tes Online BPIP

Jumat, 10 Apr 2026 - 07:30 WIT

Pulau Taliabu

Target Listrik 24 Jam, PLN Drop 200 Tiang di Samuya – Waikoka

Kamis, 9 Apr 2026 - 14:01 WIT

Pemerintah Daerah

Sashabila Tegaskan Taliabu Siap Hadapi Survei Nelayan 2026

Kamis, 9 Apr 2026 - 08:10 WIT