Ketua PSSI Sula Bantah Klarifikasi KONI, Sebut Seleksi Sepak Bola Tidak Sesuai Mekanisme

- Jurnalis

Rabu, 8 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepsul, Detikharianpos.com – Ketua PSSI Kepulauan Sula (Kepsul), Rafiudin Duwila, memberikan tanggapan lanjutan atas klarifikasi yang disampaikan Wakil Ketua I KONI Kepulauan Sula sekaligus Ketua Tim Seleksi, Rifai Haitami, terkait polemik seleksi sepak bola menuju Porprov V Maluku Utara 2026.

Rafiudin menilai sejumlah pernyataan KONI tidak sesuai dengan fakta di lapangan, khususnya pada cabang olahraga sepak bola yang menjadi kewenangan PSSI sebagai induk organisasi resmi.

“Keterangan KONI yang menyebut hanya memfasilitasi seleksi terbuka agar transparan dan dilakukan oleh ketua-ketua cabor, itu tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan, khususnya di cabang sepak bola,” tegas Rafiudin, Rabu (08/04/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga mempertanyakan legalitas tim seleksi yang dibentuk oleh KONI. Menurutnya, kewenangan teknis dalam sepak bola tidak bisa diambil alih oleh pihak lain di luar PSSI.

“Legalitas tim seleksi KONI patut dipertanyakan. Atas dasar apa mereka bisa mengambil alih seleksi sepak bola, sementara kita semua tahu PSSI adalah induk cabang olahraga yang berwenang melakukan pembinaan teknis, seleksi atlet, pembentukan tim, hingga penentuan pelatih,” ujarnya.

Rafiudin juga menyoroti langkah KONI yang melakukan seleksi hingga ke wilayah Mangoli Barat dan Mangoli Utara tanpa melibatkan PSSI Kepulauan Sula. Padahal, menurutnya, PSSI memiliki sumber daya pelatih yang memadai serta kesiapan teknis yang telah dipersiapkan jauh hari.

“Kami memiliki kurang lebih 30 pelatih berlisensi di Kepulauan Sula. Persiapan teknis dan administratif sudah kami siapkan sejak awal, termasuk tim scouting untuk memastikan seleksi berjalan transparan dan sesuai regulasi,” jelasnya.

Terkait kronologi awal, Rafiudin mengakui adanya rapat bersama KONI yang dihadiri sejumlah pihak, termasuk kepala desa dan pengurus cabang olahraga lain. Namun, setelah rapat tersebut, PSSI tidak menerima tindak lanjut resmi berupa surat rekomendasi dari KONI.

READ  Tinju Jadi Lumbung Medali Taliabu di Porprov V dan POPDA XII, Ketua Pertina Minta Dukungan Pemda Ditingkatkan

“Setelah rapat malam itu, kami menunggu surat resmi dari KONI untuk menindaklanjuti tahapan seleksi, tetapi tidak pernah kami terima, bahkan hingga saat ini,” ungkapnya.

Ia mengaku terkejut saat mengetahui bahwa KONI telah mengumumkan jadwal seleksi secara sepihak melalui flyer, lengkap dengan waktu, lokasi, dan kontak panitia tanpa koordinasi dengan PSSI.

“Kami kaget karena pagi harinya sudah ada pengumuman seleksi yang ditentukan sepihak oleh KONI tanpa koordinasi dengan PSSI,” katanya.

Rafiudin kemudian berkoordinasi dengan PSSI Provinsi Maluku Utara. Ia menyebut Sekretaris Umum PSSI Malut mengarahkan agar surat tembusan terkait kewenangan PSSI kembali disampaikan kepada seluruh pihak terkait.

“Saya langsung teruskan surat tersebut ke grup ketua-ketua cabor, termasuk Ketua KONI dan Ketua Tim Seleksi. Setelah itu baru ada respons yang meminta saya datang ke lapangan, tetapi saat itu waktu sudah sore dan proses seleksi sudah berjalan tanpa mekanisme yang jelas,” jelasnya.

Terkait pernyataan KONI mengenai undangan pertemuan, Rafiudin juga memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bukan menolak hadir, melainkan waktu pertemuan yang dinilai tidak tepat.

“Bukan saya tidak mau hadir, tetapi undangan itu disampaikan pada larut malam sekitar pukul 23.57 WIT saat saya sudah beristirahat. Namun, saya tetap mengutus pengurus aktif PSSI untuk hadir sebagai bentuk penghargaan,” tegasnya.

Ia juga meluruskan bahwa perwakilan yang hadir dalam pertemuan tersebut merupakan bagian dari struktur PSSI Kepulauan Sula.

“Yang hadir itu saudara Ronald Makassar, dia pengurus aktif PSSI sekaligus pelatih berlisensi. Jadi tidak benar jika disebut bukan pengurus PSSI,” pungkas Rafiudin.

Polemik ini pun masih terus bergulir. Publik kini menaruh perhatian pada langkah kedua belah pihak untuk menyelesaikan perbedaan secara terbuka dan profesional, agar proses pembinaan serta seleksi sepak bola di Kepulauan Sula tetap berjalan sesuai aturan dan tidak merugikan atlet daerah.

READ  Usai Heboh Istilah "Anak FIFA" di Piala Dunia 2026, Kini Muncul Julukan "Anak Wasit dan Panitia" di Turnamen Berani Juara Pagimana, Banggai

 

 

Penulis : Lidik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikharianpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Yoga Pratama Nomor Start 2 Bersinar di Grasstrack Halmahera Timur 2026, Penampilannya Mulai Dilirik Sejumlah Sponsor
Gilang Saputra dan Dava Kresna Bersinar di Grasstrack 2026, IMI Halmahera Timur: Bibit Juara Masa Depan
Kesepakatan Damai Dinilai Tak Dipenuhi, Mantan Direktur PDAM Sula Minta Polres Lanjutkan Kasus Dugaan Penggelapan
Usai Heboh Istilah “Anak FIFA” di Piala Dunia 2026, Kini Muncul Julukan “Anak Wasit dan Panitia” di Turnamen Berani Juara Pagimana, Banggai
Pagimana, Banggai, Jadi Sorotan! Turnamen Berani Juara 2026 Bak Arena MMA, Wasit Bungkam, Panitia Diserbu Kritik
Tinju Jadi Lumbung Medali Taliabu di Porprov V dan POPDA XII, Ketua Pertina Minta Dukungan Pemda Ditingkatkan
Penikaman di Waikafia, Keluarga Korban Minta Penanganan Serius Aparat
KONI Sula Tanggapi Kisruh Seleksi Sepak Bola Porprov, Ketua Tim Seleksi Jelaskan Kronologi

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:29 WIT

Yoga Pratama Nomor Start 2 Bersinar di Grasstrack Halmahera Timur 2026, Penampilannya Mulai Dilirik Sejumlah Sponsor

Senin, 27 Juli 2026 - 08:07 WIT

Gilang Saputra dan Dava Kresna Bersinar di Grasstrack 2026, IMI Halmahera Timur: Bibit Juara Masa Depan

Selasa, 21 Juli 2026 - 23:37 WIT

Kesepakatan Damai Dinilai Tak Dipenuhi, Mantan Direktur PDAM Sula Minta Polres Lanjutkan Kasus Dugaan Penggelapan

Jumat, 17 Juli 2026 - 03:56 WIT

Usai Heboh Istilah “Anak FIFA” di Piala Dunia 2026, Kini Muncul Julukan “Anak Wasit dan Panitia” di Turnamen Berani Juara Pagimana, Banggai

Jumat, 17 Juli 2026 - 02:54 WIT

Pagimana, Banggai, Jadi Sorotan! Turnamen Berani Juara 2026 Bak Arena MMA, Wasit Bungkam, Panitia Diserbu Kritik

Berita Terbaru