Singkawang, Detikharianpos.com – Dugaan praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak di perairan Laut Natuna berhasil dibongkar personel Pos TNI Angkatan Laut (Posal) Bengkayang, Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) XII. Dalam operasi yang dilakukan pada Rabu malam, (06/05/26), aparat mengamankan kapal KM Muhammad Iman beserta nakhoda dan anak buah kapal (ABK) di Dermaga Perikanan Sedau, Singkawang Selatan.
Penindakan tersebut dilakukan setelah aparat menerima laporan masyarakat terkait aktivitas bongkar muatan ikan yang dinilai mencurigakan. Kapal berbobot 6 Gross Ton (GT) itu diduga melakukan penangkapan ikan secara ilegal menggunakan bahan peledak di wilayah perairan Pulau Serasan dan Pulau Maredam, Laut Natuna.
Danposal Bengkayang, Sertu Reza, mengatakan informasi awal diperoleh dari nelayan setempat yang mencurigai aktivitas kapal tersebut. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti dengan operasi pemeriksaan di Dermaga Sedau.
“Kami menerima informasi dari masyarakat nelayan terkait adanya kapal yang diduga melakukan penangkapan ikan dengan cara tidak wajar di perairan Natuna,” ujar Sertu Reza saat berada di lokasi penindakan.
Saat tiba di dermaga, petugas mendapati KM Muhammad Iman tengah melakukan bongkar muatan ikan. Aparat juga menemukan dua unit mobil pikap yang diduga hendak mengangkut hasil tangkapan menuju Kabupaten Sambas.
Namun, ketika pemeriksaan terhadap kapal dan ABK berlangsung, kedua kendaraan tersebut berhasil meninggalkan area dermaga. Berdasarkan keterangan awak kapal, mobil tersebut diduga milik penampung ikan yang kini masih dalam proses penyelidikan aparat.
Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan sekitar satu ton ikan campuran yang diduga berasal dari praktik penangkapan menggunakan bahan peledak. Selain itu, aparat turut mengamankan nakhoda kapal berinisial ‘An’ bersama dua ABK berinisial Sm dan Ms.
Ketiganya saat ini menjalani pemeriksaan intensif di Markas Kodaeral XII Pontianak guna mendalami dugaan tindak pidana perikanan dan kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam aktivitas tersebut.

Dalam pemeriksaan, nakhoda kapal mengaku bukan pemilik KM Muhammad Iman. Ia menyebut kapal tersebut diduga milik seseorang berinisial ‘Srl’ yang berdomisili di Kota Singkawang.
“Bukan saya pemilik kapal ini. Kapal tersebut milik seseorang berinisial ‘Srl’,” ungkap ‘An’ saat dimintai keterangan penyidik.
Petugas kemudian melakukan penggeledahan lanjutan dan menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan praktik perakitan bahan peledak, di antaranya satu dus besar korek api kayu dan satu unit blender rakitan yang diduga digunakan untuk mencampur bahan tertentu.
Seluruh barang bukti beserta kapal dan awak kapal telah diserahkan kepada penyidik Diskum Kodaeral XII untuk proses hukum lebih lanjut. Aparat juga tengah mendalami dugaan jaringan penangkapan ikan ilegal yang terlibat dalam kasus tersebut.
“Kami akan menyelidiki seluruh pihak yang diduga terlibat, termasuk asal-usul bahan peledak dan jaringan distribusi hasil tangkapan,” ujar juru bicara Diskum Kodaeral XII saat dikonfirmasi di Pontianak, Sabtu, 9 Mei 2026.
Kodaeral XII menegaskan komitmennya dalam memberantas praktik Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing (IUU Fishing), terutama penggunaan bahan peledak yang dinilai merusak ekosistem laut dan mengancam keberlanjutan sumber daya perikanan di wilayah perairan Indonesia.
“Kami tidak akan mentolerir praktik penangkapan ikan ilegal di wilayah perairan Indonesia. Setiap pelanggaran akan ditindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Panglima Kodaeral XII dalam pernyataan resminya.
Hingga berita ini diterbitkan, proses penyidikan masih terus berjalan. Aparat juga mengimbau masyarakat pesisir dan nelayan agar aktif melaporkan aktivitas penangkapan ikan mencurigakan demi menjaga kelestarian laut dan mencegah praktik penangkapan destruktif di wilayah Natuna.
Related posts:
Diduga Alihkan Dana Proyek, Mantan Kuasa Direktur PT Astama Adhi Karya Dilaporkan ke Polda Metro Jay...
Agustus 1, 2026Terduga Pelaku Penikaman yang Tewaskan Pria di Taliabu Utara Kini Diamankan di Polres Pulau Taliabu
Juli 31, 2026Diduga Dipengaruhi Miras, Pria 63 Tahun Tewas Ditusuk Sahabat Sendiri di Taliabu Utara
Juli 31, 2026Diduga Dipengaruhi Miras, Pertikaian Dua Pria di Taliabu Utara Berakhir Maut
Juli 31, 2026Masuk Hutan Cari Gaharu, Kakek 69 Tahun di Haltim Hilang Tanpa Jejak
Juli 25, 2026Usai Heboh Istilah "Anak FIFA" di Piala Dunia 2026, Kini Muncul Julukan "Anak Wasit dan Panitia" di ...
Juli 17, 2026Pagimana, Banggai, Jadi Sorotan! Turnamen Berani Juara 2026 Bak Arena MMA, Wasit Bungkam, Panitia Di...
Juli 17, 2026SOLMADAPAR Gelar Aksi di Depan PLN Kalbar, Sampaikan Lima Tuntutan Terkait Pemadaman Listrik
Juli 9, 2026Terungkap, Bhabinkamtibmas Tak Diundang dalam Mediasi Sengketa Tanah yang Berujung Ricuh di Tikong
Juli 7, 2026Bhabinkamtibmas Desa Tikong Tak Berada di Tempat Saat Mediasi Perkara Sensitif, Warga Minta Kapolsek...
Juli 7, 2026Insiden di Gunung Besi Lirang, Pengendara Motor Terjatuh Diduga Dipicu Manuver Mobil Hindari Genanga...
Juli 1, 2026Tim Hukum Libertus Hansen Soroti Perbedaan Lokasi Objek Sengketa Tanah
Juni 30, 2026Sekber dan Podcast Satukata Resmi Beroperasi, Hadirkan Wadah Kolaborasi Insan Media
Juni 29, 2026Polres Singkawang Gelar Upacara PTDH terhadap Bripda Fitri Riansyah
Juni 11, 2026Aksi Begal Payudara Terjadi di Wasile Haltim, Korban Imbau Perempuan Lebih Waspada
Juni 6, 2026Polres Singkawang Ungkap Peredaran Rokok Ilegal Merek GATI, Amankan Ratusan Slop
Juni 4, 2026Banjir Diduga Bawa Limbah Perusahaan, Puluhan Kilo Ikan di Wisata Pondok Cemara subaim Halmahera Tim...
Juni 2, 2026Lapas Singkawang Gelar Apel HALINAR, Gandeng TNI-Polri dan BNN Razia Blok Hunian
Mei 9, 2026PKPU Ditolak, Kuasa Hukum Bongkar Dugaan Penipuan Bettravel Indonesia Perkasa di Ternate
Mei 4, 2026Hari Buruh 2026, IWO Indonesia Singkawang: Buruh dan Media Adalah Mitra Strategis dalam Mengawal Dem...
Mei 1, 2026Polres Banggai Berikan Klarifikasi atas Pemberitaan Media Online Terkait Kasus Saling Lapor
April 22, 2026Paradoks Penegakan Hukum di Banggai, Korban Berubah Jadi Terlapor
April 22, 2026Operasional 9 Dapur MBG Singkawang Disetop, Indikasi Kelalaian Pengawasan IPAL
April 21, 2026Penikaman di Waikafia, Keluarga Korban Minta Penanganan Serius Aparat
April 20, 2026DPRD Taliabu Soroti Polda Malut, Kasus Jalan Rabat Beton Rp16 Miliar Tak Jelas
April 16, 2026Dapur MBG di Singkawang Utara Disorot, Standarisasi IPAL Dipertanyakan
April 15, 2026Polisi Tangkap Polisi di Bengkayang, Brigadir DN Diduga Bawa Sabu 2 Kilogram
April 14, 2026Jembatan Putus Diterjang Banjir, Polisi dan Warga Bangun Jembatan Darurat di Taliabu Utara
Maret 15, 2026Insiden Gunung Sampe, Bupati Taliabu Bereaksi, Janji Kadis PUPR Endro Sudarmono Disorot
Februari 8, 2026Legalitas PT TJM Janggal, Publik Desak Aliong Mus Dimintai Keterangan
Desember 1, 2025Penulis : R.W








































