Kepsul, Detikharianpos.com -Peristiwa penikaman di Desa Waikafia, Kecamatan Mangoli Selatan, Kepulauan Sula (Kepsul), tidak hanya menimbulkan luka fisik, tetapi juga menyisakan keprihatinan dan tanda tanya dari pihak keluarga korban.
Harnudin Drakel, kakak korban, kepada media ini menyampaikan bahwa kejadian serupa bukanlah yang pertama terjadi. Ia menilai, peristiwa dengan pola yang hampir sama kerap berulang, melibatkan warga dari desa yang sama.
“Kalau ditanya perasaan kami, tentu sangat prihatin. Karena ini bukan pertama kalinya kejadian seperti ini terjadi. Sudah beberapa kali, dan kami berharap ke depan tidak terulang lagi,” ujar Harnudin, Senin, (20/04/2026).
Ia menegaskan, keluarga korban menginginkan agar kasus ini dapat ditangani secara serius oleh aparat penegak hukum. Harapan tersebut disampaikan agar proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku serta memberikan kepastian hukum.
Pejabat Kepala Desa Waikafia, Alwi Umaternate, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa peristiwa terjadi secara tiba-tiba dan tidak diharapkan oleh siapa pun. Ia juga menyayangkan insiden yang terjadi di tengah suasana pesta pernikahan.
“Mewakili Pemerintah Desa Waikafia, kami berharap kedua pihak dapat menyelesaikan persoalan ini dengan kepala dingin serta menyerahkannya kepada pihak Polres sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.
Peristiwa penikaman diketahui terjadi saat acara pesta pernikahan di Desa Waikafia sekitar pukul 01.30 WIT, Minggu, 19 April 2026. Berdasarkan keterangan resmi Polres Kepulauan Sula, pelaku berinisial RS (21), warga Desa Wailab, telah diamankan oleh tim gerak cepat yang dipimpin Mulyadi Husaleka.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak media masih menunggu kronologi resmi dari kepolisian.
Penulis : Solip





















