Taliabu, Detikharianpos.com – Fenomena penyalahgunaan lem di Bobong, Pulau Taliabu kian memprihatinkan. Temuan saat patroli Minggu malam (12/04/2026) mengungkap fakta bahwa lem tidak lagi sekadar alat perekat, tetapi mulai disalahgunakan oleh kalangan pelajar.
Sejumlah pelajar kedapatan mengonsumsi lem di wilayah Bobong. Jika sebelumnya lem aibon kerap menjadi sorotan, kini muncul “varian baru” yang tak kalah mengkhawatirkan, yakni lem merek Fox. Keduanya sejatinya digunakan untuk merekatkan benda, bukan untuk dihirup.
Ironisnya, lem yang seharusnya dipakai untuk menyambung kayu atau kertas, justru “berpindah fungsi” menjadi sesuatu yang membahayakan. Alih-alih merekatkan barang, lem malah “mengganggu” kondisi fisik dan mental penggunanya.
Temuan ini memperlihatkan bahwa penyalahgunaan lem di kalangan pelajar bukan lagi kejadian tunggal. Kondisi tersebut mulai mengarah pada kebiasaan yang berpotensi meluas jika tidak mendapat perhatian serius.
Fenomena ini menjadi alarm bagi masyarakat Bobong. Maraknya penyalahgunaan lem menunjukkan perlunya pengawasan lebih ketat, terutama dari orang tua terhadap aktivitas anak-anak di luar rumah.
Kurangnya perhatian dan kontrol dinilai membuka ruang bagi pelajar untuk mencoba hal-hal berisiko. Lem yang mudah didapat justru menjadi pilihan karena dianggap sepele, padahal efeknya berbahaya.
Selain berdampak pada kesehatan, kebiasaan ini juga berpotensi memicu perilaku menyimpang lainnya. Penyalahgunaan zat seperti lem kerap menjadi pintu masuk terhadap tindakan yang melanggar norma maupun hukum.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa persoalan lem bukan lagi hal kecil. Dibutuhkan perhatian serius dari semua pihak agar fungsi lem tetap pada tempatnya, merekatkan benda, bukan merusak generasi.
Penulis : Lidik

































