Haltim, Detikharianpos.com – Masyarakat Desa Dodaga, Kecamatan Wasile Timur, Kabupaten Halmahera Timur, mempertanyakan pemerataan pembangunan infrastruktur telekomunikasi di wilayah mereka.
Pertanyaan tersebut mencuat setelah Desa Toboino, yang sebelumnya telah memiliki tower telekomunikasi, kembali menjadi lokasi pembangunan tower baru. Di sisi lain, Desa Dodaga yang merupakan ibu kota Kecamatan Wasile Timur hingga kini masih menghadapi keterbatasan jaringan telepon seluler dan akses internet.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai dasar penetapan lokasi pembangunan tower telekomunikasi. Warga berharap Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur dapat memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak menimbulkan persepsi adanya ketimpangan dalam pemerataan pembangunan infrastruktur.
Salah seorang warga Desa Dodaga, Hamid H. Ibrahim, mengatakan kebutuhan masyarakat terhadap layanan telekomunikasi terus meningkat. Menurutnya, kualitas jaringan di Desa Dodaga masih belum memadai untuk mendukung pelayanan publik maupun aktivitas masyarakat sehari-hari.
“Sebagai ibu kota Kecamatan Wasile Timur, Desa Dodaga seharusnya menjadi salah satu wilayah yang diprioritaskan dalam pembangunan infrastruktur telekomunikasi.
Saat ini masyarakat masih sering mengalami kesulitan mengakses jaringan internet maupun komunikasi seluler, padahal layanan tersebut sangat dibutuhkan untuk pemerintahan desa, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga kegiatan ekonomi masyarakat,” ujar Hamid.
Ia menegaskan, masyarakat tidak mempersoalkan pembangunan yang dilakukan di desa lain, namun berharap pemerintah juga memperhatikan wilayah yang hingga kini masih mengalami keterbatasan jaringan.
“Harapan kami sederhana, yaitu adanya pemerataan pembangunan. Jangan sampai muncul anggapan bahwa ada desa yang lebih diprioritaskan, sementara desa yang masih sangat membutuhkan justru belum memperoleh perhatian. Pemerintah perlu menjelaskan dasar penentuan lokasi pembangunan tower agar masyarakat mendapatkan kepastian dan tidak menimbulkan berbagai spekulasi,” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan pada Senin (29/6/2026) pukul 17.43 WIT, Detikharianpos.com telah dua kali berupaya meminta konfirmasi kepada Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Halmahera Timur terkait dasar penentuan lokasi pembangunan tower telekomunikasi di Kecamatan Wasile Timur, termasuk alasan Desa Toboino kembali memperoleh pembangunan tower, sementara Desa Dodaga yang masih mengalami keterbatasan jaringan belum menjadi lokasi pembangunan.
Upaya konfirmasi dilakukan melalui pesan WhatsApp guna memperoleh penjelasan resmi mengenai kebijakan tersebut. Namun, hingga berita ini dipublikasikan, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Halmahera Timur belum memberikan tanggapan maupun klarifikasi atas pertanyaan yang disampaikan redaksi.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur bersama instansi terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kebijakan pembangunan tower telekomunikasi di Kecamatan Wasile Timur, sekaligus memastikan pemerataan pembangunan infrastruktur dilakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat, aspek pelayanan publik, serta prinsip keadilan.
Detikharianpos.com akan terus berupaya memperoleh konfirmasi dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur maupun instansi terkait sebagai bentuk penerapan prinsip keberimbangan dalam pemberitaan. Redaksi juga membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Halmahera Timur maupun pihak-pihak terkait lainnya sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.


































