Ternate, Detikharianpos.com – Walikota Ternate Dr. H. M. Tauhid Soleman, Menyambangi para Lurah se- Kecamatan Ternate Selatan, dalam rangka mendorong penyelesaian berbagai persolan di tingkat kelurahan melalui komunikasi langsung dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan.
Pertemuan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Ternate Selatan. Kamis (01/09/2026) itu turut dihadiri sejumlah pimpinan OPD terkait, camat Ternate Selatan beserta jajaran, lurah dan perangkat kelurahan, juga sekaligus menjadi ruang bagi pemerintah kecamatan maupun kelurahan untuk menyampaikan berbagai kondisi serta kebutuhan di wilayah masing-masing
Berbagai persoalan di paparkan lewat ruang pertemuan bersama Walikota Ternate, mulai dari kendala infrastruktur kondisi kantor, penerangan jalan umum (PJU), hingga penanganan sampah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menanggapi itu, Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman menyampaikan pertemuan ini merupakan agenda prioritas sekaligus membuka ruang bersama dengan pemerintah wilayah tingkat kecamatan dan kelurahan, untuk memperoleh gambaran kondisi di lapangan sekaligus menindaklanjuti berbagai persoalan yang sudah disampaikan.
Wali kota juga menyinggung kondisi keuangan daerah yang saat ini terbatas. Menurutunya, keterbatasan fiskal tidak hanya berdampak pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH), tetapi juga kecamatan dan kelurahan, terutama dalam pemenuhan sarana pendukung dan pelayanan.
Ia menyebut, belanja modal Kota Ternate pada 2026 hanya sekitar Rp29 Miliar, salah satu yang terendah sejak daerah ini terbentuk. Ditengah kondisi tersebut, Wali Kota menilai belanja pegawai tetap memiliki peran penting dalam menggerakan perekonomian daerah, karena ternate tidak memiliki pabrik, manufaktur, maupun pusat industri besar.
“Belanja pegawai menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah. Karena itu, dalam kondisi keungan seperti sekarang, kita harus menentukan pilihan strategis agar TDP/TTP tidak dikurangi” Katanya.
Kondisi fiskal tersebut kata dia, juga mempengaruhi terhadap penyediaan armada persampahan. Pemerintah saat ini lebih memprioritaskan perbaikan kendaraan yang masih layak, dapat digunakan dan mengganti armada yang mengalami kerusakan berat.
Pemerintah Kota Ternate, telah menerima bantuan satu unit dump truck dari BNH Ritek, sekitar 10 Kontainer dari PLN, serta satu bantuan lainya dari swasta. Sejumlah kendaraan roda tiga yang mengalami kerusakan juga akan ditangani sesuai kondisi masing-masing.
“Armada yang rusak berat akan kita upayakan untuk diganti, sementara yang rusak sedang akan diperbaiki. Penambahan dalam jumlah besar belum memungkinkan sehingga kita berupaya mempertahankan kondisi armada yang ada” Ujar Wali Kota
Sementara itu, persoalan persampahan, Wali Kota menegaskan bahwa pengurangan sampah dari sumbernya menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kota Ternate. Ia menargetkan sekitar 30 persen sampah dapat dikurangi sebelum masuk ke TPA sehingga beban operasional pemerintah dapat ditekan.
“Penanganan sampah masih menjadi fokus kita. Pengurangan harus dimulai dari sumbernya dan membutuhkan komitmen semua pihak. Target kita sekitar 30 persen sampah dapat dikurangi sehingga tidak seluruh bebanya berada pada pemerintah” Jelasnya
Salah satu upaya yang didorong adalah mengaktifkan kembali bank sampah di tingkat kelurahan. Selama ini, sejumlah bank sampah yang aktif banyak dikelola PKK.
“Bank sampah yang aktif selama ini banyak berasal dari PPK. Kita juga mendorong agar bank sampah di kelurahan kembali diaktifkan” Tambahnya.
Menurut Wali Kota, pengurangan sampah tersebut juga diarahkan melalui konsep ekonomi sirkular, sehingga sampah yang dikelola dapat dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. Ia menyebut produksi sampah Kota Ternate saat ini berada di kisaran lebih dari 100 ton per hari. Sementara Kota-kota besar seperti Bandung, Makassar, Medan dan Surabaya menghasilan lebih dari 1.000 ton per hari.
Dalam pertemuan itu, data penduduk Kecamatan Ternate Selatan yang dipaparkan sebanyak 47.368 jiwa juga diminta untuk doperbarui. Wali Kota meminta para lurah mengoreksi data apabila sudah tidak sesuai dengan kondisi terkini karena jumlah penduduk berkaitan dengan perhitungan timbulan sampah.
“Data penduduk ini perlu diperbarui. Kalau jumlah penduduk saat ini sudab berbeda, para lurah dapat mengoreksi karena akan berpengaruh terhadap perhingunan timbulan sampah” Katanya.
Persoalan sampah juga menjadi perhatian khusus di wilayah pesisir Kecamatan Ternate Selatan. Pantai Koromata dan Gambesi disebut sebagai kawasan yang rawan menerima sampah kiriman dari laut.
“Sampah kiriman dari laut banyak yang akhirnya tertahan di darat. Karena itu, kita berupaya menguranginya dari darat terlebih dahulu. Namun persoalan sampah di perairan tetap menjadi perhatian khusus” Ungkap Wali Kota
Wali Kota menyebut sebelumnya telah tersedia armada yang dapat membantu penanganan sampah di perairan, meski pemanfaatanya tetap disesuaikan dengan fungsi armada tersebut
Ia menegaskan bahwa penanganan sampah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, Kader Posyandu, TP-PKK, RT/RW diharapkan ikut mengambil bagian dalam upaya mengurangi sampah dari sumbernya.
“Persoalan sampah tidak bisa hanya ditangani pemerintah. Kita perlu melibatkan seluruh pihak mulai dari Kader Posyandu, TP-PPK hingga RT RW” Pungkasnya.










































