Wasile, Detikharianpos.com — Persoalan sampah di sekitar aliran Kali Muria, Kecamatan Wasile, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, kembali menjadi perhatian. Sampah rumah tangga dan plastik masih ditemukan berserakan serta menumpuk di sejumlah titik di sekitar aliran kali.
Kondisi tersebut dinilai memprihatinkan karena tidak hanya mengganggu kebersihan lingkungan, tetapi juga berpotensi mencemari aliran air. Sampah yang berada di sekitar bantaran kali dapat terbawa arus ketika debit air meningkat dan kemudian menyebar ke bagian aliran lainnya.
Jika tidak segera ditangani, volume sampah dikhawatirkan terus bertambah dan dapat mengganggu kelancaran aliran Kali Muria. Kondisi ini sekaligus menunjukkan perlunya penguatan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dan tidak membuangnya sembarangan.
Persoalan sampah di wilayah Wasile sendiri sebelumnya juga pernah mendapat perhatian. Dalam aksi pembersihan sungai yang dilakukan Koramil 1502/Wasile, ditemukan berbagai jenis sampah rumah tangga di dalam maupun di sekitar aliran sungai kali Chandra Wasile timur.
Kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa persoalan sampah di kawasan aliran sungai membutuhkan penanganan secara konsisten dan tidak cukup melalui kegiatan pembersihan sesaat.
Ketua Komunitas Pemuda Peduli Lingkungan Wasile, Juni Arsi, mengatakan persoalan sampah di Kali Muria membutuhkan perhatian dan keterlibatan semua pihak.
«“Kami melihat persoalan sampah di Kali Muria cukup memprihatinkan. Masih ditemukan sampah rumah tangga dan sampah plastik yang dibuang di sekitar aliran kali. Jika kondisi ini terus dibiarkan, tumpukan sampah akan semakin bertambah, berpotensi mencemari lingkungan dan mengganggu aliran kali,” ujar Juni.»
Menurutnya, persoalan tersebut tidak cukup diselesaikan hanya dengan membersihkan sampah yang telah menumpuk. Pencegahan, edukasi, serta tersedianya fasilitas pengelolaan sampah menjadi bagian penting agar persoalan yang sama tidak terus berulang.
Juni juga menyoroti keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Kecamatan Wasile Timur yang telah dibangun. Menurutnya, fasilitas tersebut dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi sampah yang berakhir di lingkungan dan aliran sungai apabila segera dioperasikan secara optimal.
«“TPS3R di Wasile Timur sudah dibangun. Kami berharap segera ada dukungan atau suntikan dana agar fasilitas pengolahan sampah tersebut bisa dioperasikan. Jangan sampai fasilitas yang sudah dibangun tidak dimanfaatkan karena terkendala biaya operasional,” tegasnya.»
Menurut Juni, beroperasinya TPS3R dapat membantu masyarakat memilah dan mengolah sampah sejak dari sumbernya. Dengan demikian, sampah rumah tangga tidak seluruhnya berakhir di sungai, lahan kosong, maupun lingkungan permukiman.
Karena itu, Komunitas Pemuda Peduli Lingkungan Wasile meminta perhatian Pemerintah Desa, Pemerintah Kecamatan Wasile dan Wasile Timur, serta dinas terkait di Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur untuk mengambil langkah nyata dalam menangani persoalan sampah.
Juni berharap pemerintah tidak hanya turun tangan ketika tumpukan sampah sudah terjadi, tetapi juga memperkuat sistem pengelolaan sampah, mendukung operasional TPS3R, menyediakan sarana yang memadai, serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat.
«“Kami dari pemuda siap mengambil peran melalui aksi bersih-bersih, edukasi, dan mengajak masyarakat menjaga lingkungan. Namun, dukungan pemerintah sangat penting agar upaya ini dapat berjalan secara berkelanjutan,” katanya.»
Ia juga mengajak masyarakat untuk menghentikan kebiasaan membuang sampah ke sungai maupun di sekitar bantaran kali.
“Kali Muria bukan tempat pembuangan sampah. Mari kita jaga bersama, mulai dari tidak membuang sampah sembarangan hingga memanfaatkan fasilitas pengolahan sampah yang sudah tersedia,” pungkas Juni.
Persoalan sampah di Kali Muria diharapkan menjadi perhatian bersama. Kolaborasi antara masyarakat, pemuda, pemerintah desa, kecamatan, dan pemerintah kabupaten dinilai penting agar penanganan sampah tidak berhenti pada aksi bersih-bersih, tetapi berlanjut pada sistem pengelolaan yang efektif dan berkelanjutan.










































