Halteng, Detikharianpos.com – Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah mulai mengambil langkah antisipatif menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berdampak pada sektor pertanian.
Bupati Halmahera Tengah memimpin rapat bersama Kepala Dinas Pertanian beserta jajaran di Ruang Rapat Bupati untuk membahas strategi menjaga produktivitas pertanian, khususnya terkait ketersediaan air bagi lahan pertanian.
Dalam rapat tersebut, Bupati bersama peserta rapat menyaksikan paparan video yang menampilkan sejumlah titik potensi sumber air. Paparan itu menjadi bahan kajian untuk menentukan langkah-langkah strategis dalam memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian selama musim kemarau berlangsung.
Kepala Dinas Pertanian juga memaparkan kondisi terkini ketersediaan air di sejumlah sentra pertanian di Halmahera Tengah, termasuk berbagai tantangan yang berpotensi dihadapi para petani apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang.
Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Daerah akan memberikan perhatian serius terhadap pembangunan sektor pertanian secara berkelanjutan. Menurutnya, pengembangan pertanian tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga mencakup penerapan metode budidaya yang baik, penyediaan sistem pengairan yang memadai hingga proses panen.
«”Ke depan kita fokus bagaimana menyiapkan metode dari mulai penanaman dan pengairan sampai pada panen,” tegas Bupati.»
Selain memastikan ketersediaan air, Bupati juga meminta Dinas Pertanian mulai menyusun strategi pemasaran hasil pertanian Halmahera Tengah. Langkah tersebut dinilai penting agar produk pertanian lokal memiliki daya saing yang lebih baik, mampu menembus pasar yang lebih luas, serta memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi para petani.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah berharap langkah-langkah yang telah dibahas dalam rapat dapat segera ditindaklanjuti sehingga sektor pertanian tetap produktif di tengah musim kemarau. Dengan perencanaan yang matang, pemerintah optimistis ketahanan pangan daerah dapat terjaga sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani.








































