Haltim, Detikharianpos.com – Camat Wasile Timur, Malawat Soar, menyampaikan apresiasi kepada para petani di Kabupaten Halmahera Timur, khususnya di wilayah Kecamatan Wasile Timur, yang dinilainya tetap menunjukkan semangat dan konsistensi dalam mengelola lahan pertanian meski menghadapi berbagai tantangan yang semakin berat.
Menurut Malawat, sektor pertanian hingga kini masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat sekaligus fondasi ketahanan pangan daerah.
Namun dalam praktiknya, para petani harus berhadapan dengan berbagai persoalan, mulai dari meningkatnya biaya produksi akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), terbatasnya ketersediaan pupuk bersubsidi, mahalnya harga pupuk non-subsidi, menurunnya tingkat kesuburan lahan, hingga anjloknya harga jual sejumlah komoditas pertanian.
Meski berada dalam kondisi yang tidak mudah, para petani tetap bertahan mengolah lahan demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga sekaligus menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat.
“Meski harus jatuh bangun menghadapi berbagai tantangan, saya sangat bangga kepada para petani, Mereka tetap bekerja keras mengolah lahan demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah,” ujar Malawat.
Berdasarkan hasil kunjungan lapangan serta dialog bersama petani di sejumlah desa di Kecamatan Wasile Timur, Malawat mengungkapkan masih banyak persoalan mendasar yang memerlukan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur.
Selain tingginya biaya produksi, banyak lahan pertanian mulai mengalami penurunan kesuburan sehingga membutuhkan pupuk dolomit untuk menetralkan tingkat keasaman tanah dan memperbaiki kualitas lahan.
Namun kebutuhan tersebut belum sepenuhnya terpenuhi karena keterbatasan pasokan serta tingginya harga pupuk di pasaran.
Di sisi lain, petani juga mengeluhkan terus menurunnya harga jual hasil panen.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari para petani, kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh masuknya komoditas pertanian dari luar daerah yang dipasarkan dengan harga lebih murah sehingga melemahkan daya saing hasil produksi petani lokal.
Akibatnya, harga jual hasil panen tidak lagi sebanding dengan biaya produksi yang telah dikeluarkan. Sejumlah petani mengaku mengalami penurunan pendapatan secara signifikan. Bahkan, sekitar 70 persen petani yang ditemui mengaku usaha tani yang mereka jalankan saat ini mengalami kerugian.
Menurut Malawat, kondisi tersebut apabila tidak segera mendapat perhatian berpotensi menurunkan minat masyarakat untuk tetap bertani dan berdampak terhadap keberlanjutan sektor pertanian di Halmahera Timur.
Menyikapi berbagai persoalan tersebut, Malawat meminta Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera mengambil langkah nyata guna memperkuat perlindungan terhadap petani serta meningkatkan daya saing sektor pertanian.
Ia berharap Dinas Pertanian dapat meningkatkan pendampingan kepada petani melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), melakukan identifikasi kebutuhan petani secara langsung, memperkuat program peningkatan produktivitas lahan, serta memastikan seluruh bantuan pertanian benar-benar tepat sasaran sesuai kondisi di lapangan.
Selain itu, pemerintah juga diharapkan memperluas akses petani terhadap pupuk, benih unggul, teknologi pertanian, hingga sarana dan prasarana produksi agar produktivitas pertanian dapat terus meningkat.
Perindakop Diminta Perkuat Tata Niaga dan Stabilitas Harga
Malawat juga berharap Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Perindakop) dapat mengambil peran lebih besar dalam memperbaiki tata niaga komoditas pertanian.
Menurutnya, pemerintah perlu memperluas jaringan pemasaran, menjaga stabilitas harga komoditas, membuka akses pasar baru, serta memfasilitasi pemasaran hasil pertanian agar memiliki nilai jual yang lebih baik.
Ia menilai persoalan yang dihadapi petani saat ini tidak hanya terletak pada proses produksi, tetapi juga pada lemahnya sistem pemasaran sehingga petani sering kali berada pada posisi yang kurang menguntungkan ketika harga hasil panen mengalami penurunan.
Selain peran OPD teknis, Malawat juga mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Halmahera Timur agar mengambil peran sebagai offtaker atau penyerap hasil panen petani.
Menurutnya, BUMD dapat membangun kemitraan dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Halmahera Timur sehingga hasil pertanian masyarakat dapat terserap secara berkelanjutan.
“BUMD dapat membeli hasil pertanian masyarakat kemudian memasarkannya kepada perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Halmahera Timur. Jika rantai pemasaran ini berjalan baik, perputaran ekonomi masyarakat akan meningkat, harga hasil panen menjadi lebih stabil, dan petani memperoleh kepastian pasar,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan perusahaan-perusahaan di Halmahera Timur seharusnya mampu menjadi peluang bagi petani lokal untuk memperluas pasar, selama terdapat kebijakan yang mampu menjembatani kebutuhan perusahaan dengan hasil produksi masyarakat.
Lebih lanjut, Malawat mengatakan para petani berharap adanya intervensi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga komoditas pertanian lokal.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar petani tidak terus mengalami kerugian akibat anjloknya harga hasil panen ketika pasokan komoditas dari luar daerah membanjiri pasar.
Ia menilai pemerintah daerah perlu memperkuat kebijakan yang berpihak kepada petani melalui pengembangan pasar komoditas lokal, perluasan jaringan distribusi, penguatan kemitraan dengan dunia usaha, serta mendorong penggunaan produk pertanian lokal sebagai bagian dari rantai pasok kebutuhan perusahaan yang beroperasi di Halmahera Timur.
Selain itu, pemerintah juga diharapkan melakukan pemantauan terhadap distribusi komoditas pertanian dari luar daerah sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan pasar dan melindungi harga hasil panen petani lokal, dengan tetap mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Malawat menegaskan bahwa keberpihakan terhadap petani merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah.
Menurutnya, apabila sektor pertanian terus diperkuat, maka ketahanan pangan daerah akan semakin kokoh dan kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat.
Ia mengingatkan bahwa Halmahera Timur selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Provinsi Maluku Utara sehingga perhatian terhadap sektor pertanian harus menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.
“Halmahera Timur dikenal sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Maluku Utara. Karena itu, perhatian terhadap sektor pertanian harus menjadi prioritas.
Ketika petani memperoleh perlindungan, pendampingan, kepastian pasar, akses terhadap sarana produksi, serta harga jual yang layak, maka kesejahteraan mereka akan meningkat, ketahanan pangan tetap terjaga, dan perekonomian daerah akan tumbuh lebih kuat.
Pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan harus bersama-sama memastikan petani tidak berjalan sendiri menghadapi berbagai tantangan yang ada,” tutup Malawat.
Related posts:
Pengaduan PT MRI Tak Kunjung Jelas, Farid Soroti Sikap Nakertrans dan Diamnya Pemda
September 28, 2026Fajri Barakati Sampaikan Selamat atas Terpilihnya Fahmi Abukasim sebagai Ketua PB IKT Pulau Morotai
September 27, 2026Tindak Lanjut Pengaduan terhadap PT MRI Dipertanyakan, Farid Minta Perhatian Pemkab Haltim
September 27, 2026Penyaluran Air Bersih di Dua Desa Libatkan Perusahaan dan Sejumlah Pihak
September 27, 2026Kabid BPKAD Haltim Beri Klarifikasi Soal Polemik Air Asrama Mahasiswa
September 26, 2026SeOPMI Haltim Kecam Respons Kabid BPKAD soal Kondisi Asrama Mahasiswa
September 26, 2026Persada Cup I Berakhir Meriah, Sportivitas dan Persaudaraan Warnai Laga Final
September 25, 2026PM Kesultanan Tidore: Klaim Lahan Sagu "Kalimeja" Harus Didasarkan pada Alas Hak yang Jelas
September 23, 2026Sultan Tidore Kukuhkan Majida Fabanyo dan Seluruh Pengurus IKT Haltim Periode 2026–2030
September 23, 2026BPD Terpilih se-Kecamatan Wasile Timur Ikuti Pembinaan dan Peningkatan Kapasitas
September 23, 2026Pj Kades Cemara Jaya Apresiasi Peran Aktif Pemuda dan Masyarakat
September 22, 2026DPC PDI Perjuangan Haltim Gelar Konsolidasi dan Rapat Pleno, Evaluasi Kinerja Fraksi
September 21, 2026Forum Literasi Belo-Belo Ikuti Workshop Citizen Journalism, Perkuat Kapasitas Jurnalisme Warga
September 21, 2026Sigap di Tengah Jalan, Koramil, Polsek dan Warga Bantu Korban Laka Lalin di Mekarsari
September 21, 2026Kekeringan Jadi Perhatian, Pemdes Cemara Jaya Perkuat Koordinasi Lintas Pihak Cari Solusi
September 20, 2026Pasukan DONAT Gula Bersama Warga Cemara Jaya Temukan Titik Air Terjun, Dorong Penambahan Jaringan Pi...
September 20, 2026Musim Kemarau, Warga Dodaga Jemur Kopra dan Harapkan Bantuan Oven Pengering
September 19, 2026Pemdes Cemara Jaya dan Pemuda, BPBD serta BWS Bersinergi Pulihkan PAM dan Salurkan Air Bersih
September 18, 2026Yunus Baud Siap Wujudkan “Yawanli Unggul” melalui Penguatan Ekonomi Lokal
September 17, 2026Desa Dodaga Resmi Miliki Perdes Perlindungan Mata Air dan Keanekaragaman Hayati
September 17, 2026Warga Dodaga Kenang Dusun Sagu Kalimeja sebagai Sumber Penghidupan
September 17, 2026Moh Farid Bantah Disnakertrans Haltim, Klaim Punya Bukti Pengaduan dan surat panggilan resmi
September 16, 2026Kebakaran Gunung Wato-Wato Berlangsung Lebih dari 10 Hari, Warga Padamkan Api dengan Alat Seadanya
September 15, 2026Kebun Jati di RT 09 Tutuling Jaya Terbakar, Warga Siaga Cegah Api Menjalar
September 15, 2026Polsek Wasile Tuntaskan Penyidikan Dugaan Pencabulan Anak, Berkas Dilimpahkan ke Kejaksaan
September 15, 2026Bulan Sabit Bersanding dengan Venus, Fenomena Langit Hiasi Malam 14 September 2026
September 15, 2026Kebakaran Kembali Melanda Baturaja, 4 Hektare Lahan Belakang Puskesmas Terbakar
September 13, 2026Farid Soroti Penanganan Pengaduan, Minta Sekda dan DPRD Haltim Ambil Langkah Tegas
September 13, 2026Konflik PT ARA dan Masyarakat Tak Kunjung Tuntas, Warga Pertanyakan Kehadiran Pemkab Haltim
September 13, 2026Bupati Ubaid Bentuk Tim Investigasi, Keluhan Debu Jalan Hauling di Haltim Ditindaklanjuti
September 12, 2026Gerbang CBL–FHT Dijaga TNI, Pemuda Mabapura Tetap Bertahan Perjuangkan Keadilan
September 12, 2026Tuntutan Tak Kunjung Terjawab, Blokade Jilid III Warga Mabapura Tarik Garis Tegas terhadap Antam
September 12, 2026Sampah Berserakan di Sejumlah Titik Wilayah Buli Kecamatan Maba, Warga Tagih Peran Aktif Pemerintah ...
September 11, 2026Kantor PUPR Haltim Terbakar, Sejumlah Dokumen Proyek Diduga Hangus
September 10, 2026Persada Cup 1 Akedaga Masuk 16 Besar, Antusias Warga Makin Tinggi
September 10, 2026Penulis : Amat









































