Haltim, Detikharianpos.com – Kesabaran masyarakat Desa Subaim, Kecamatan Wasile, Kabupaten Halmahera Timur, tampaknya telah mencapai batas.
Warga secara tegas memblokade akses jalan hauling milik PT Alam Raya Abadi (ARA) dan menyatakan tidak akan membuka palang sebelum perusahaan menyelesaikan tunggakan kompensasi lahan yang selama ini menjadi tuntutan mereka.
Aksi pemalangan tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan warga terhadap belum adanya kepastian pembayaran kompensasi lahan, meski berbagai upaya mediasi telah berulang kali dilakukan.
Salah seorang warga Subaim, Arman Ebit, menegaskan bahwa masyarakat tidak lagi ingin mendengar janji atau pembahasan lain sebelum hak mereka diselesaikan.
“Kami akan membuka palang setelah kompensasi dibayarkan. Soal pembebasan lahan itu urusan nanti. Yang paling penting sekarang perusahaan harus menyelesaikan pembayaran kompensasi lahan kami terlebih dahulu,” tegas Arman.
Menurutnya, masyarakat telah cukup lama menunggu realisasi komitmen perusahaan. Namun hingga kini, tuntutan pembayaran kompensasi yang dianggap sebagai hak warga belum juga memperoleh penyelesaian yang jelas.
Arman mengatakan, keputusan memblokade jalan hauling merupakan sikap bersama masyarakat dan tidak akan berubah sampai perusahaan menunjukkan itikad baik dengan menyelesaikan kewajibannya.
“Apa pun risikonya, kami tidak akan membuka jalan hauling. Mediasi sudah berkali-kali dilakukan, tetapi hasilnya tidak ada. Tuntutan kami sederhana, bayar kompensasi lahan terlebih dahulu, baru palang kami buka,” ujarnya.
Penutupan jalan hauling tersebut kini berdampak langsung terhadap aktivitas operasional PT ARA. Warga menilai langkah tegas ini merupakan satu-satunya cara untuk mendorong perusahaan segera menyelesaikan persoalan yang telah lama berlarut-larut.
Masyarakat Subaim juga meminta pemerintah daerah dan pihak terkait tidak menutup mata terhadap persoalan tersebut.
Warga berharap ada langkah nyata untuk memastikan hak-hak masyarakat dipenuhi dan konflik antara perusahaan dengan masyarakat lingkar tambang tidak terus bereskalasi.
Penulis : Amat


































