HMNI Halsel Desak Pemerintah Usut Tuntas Fenomena Laut Hijau di Obi, Warga Diimbau Hentikan Sementara Konsumsi Hasil Laut

- Jurnalis

Senin, 3 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halsel, Detikharianpos.com – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Himpunan Masyarakat Nelayan Indonesia (HMNI) Kabupaten Halmahera Selatan mendesak pemerintah pusat maupun daerah segera mengusut tuntas penyebab fenomena perubahan warna air laut menjadi hijau pekat yang terjadi di sejumlah perairan Pulau Obi. HMNI juga mengimbau masyarakat untuk sementara waktu menghentikan konsumsi hasil laut hingga hasil investigasi dan uji laboratorium diumumkan secara resmi oleh instansi yang berwenang.

 

Fenomena perubahan warna air laut yang mulai terlihat sejak 27 Juli 2026 tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Selain air laut berubah menjadi hijau pekat, warga juga melaporkan adanya puluhan ikan mati yang ditemukan mengapung di beberapa titik pesisir.

 

Ketua DPD HMNI Halmahera Selatan, Nindon Matoro, mengatakan pemerintah harus bergerak cepat melakukan investigasi secara menyeluruh agar penyebab fenomena tersebut segera diketahui dan tidak memunculkan keresahan di tengah masyarakat.

 

Menurutnya, dugaan penyebab perubahan warna air laut tidak boleh disimpulkan secara sepihak sebelum ada hasil kajian ilmiah. Namun, apabila nantinya terbukti disebabkan oleh pencemaran akibat aktivitas manusia, maka penegakan hukum harus dilakukan secara tegas.

 

> “Jika benar pencemaran air laut di wilayah Jikotamu, Kecamatan Obi, hingga Obi Utara disebabkan oleh limbah kimia, maka hal itu sangat merugikan masyarakat. Kondisi tersebut dapat mengancam ekosistem laut, berdampak pada kesehatan masyarakat, serta menimbulkan kerugian ekonomi bagi para nelayan,” ujar Nindon, Senin (3/8/2026).

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, wilayah yang terdampak meliputi perairan Desa Madapolo, Kecamatan Obi Utara, serta Desa Jikotamu dan Desa Anggai, Kecamatan Obi. Warga di sejumlah lokasi melaporkan air laut berubah warna disertai kemunculan ikan-ikan mati di sepanjang pesisir.

 

Menyikapi kondisi tersebut, HMNI mengimbau masyarakat agar mengutamakan keselamatan dengan tidak mengonsumsi ikan maupun hasil laut lainnya sampai pemerintah memastikan kondisi perairan benar-benar aman.

 

> “Kami mengimbau seluruh masyarakat Pulau Obi untuk sementara tidak mengonsumsi hasil laut sebelum ada pengumuman resmi dari pemerintah mengenai hasil pemeriksaan laboratorium,” tegas Nindon.

READ  Mislan Syarif Apresiasi Upaya Pemkab Taliabu, Dukungan Warga dan PLN, Tegaskan Komitmen Perjuangkan Listrik

 

HMNI juga meminta pemerintah segera melibatkan instansi teknis, seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta laboratorium yang kompeten untuk melakukan pengambilan sampel air laut, sedimen, dan biota laut. Hasil pemeriksaan tersebut dinilai penting untuk memastikan penyebab perubahan warna air laut berdasarkan bukti ilmiah.

 

Selain itu, HMNI menekankan bahwa hasil investigasi harus disampaikan secara terbuka kepada publik guna menghindari berkembangnya informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

 

Nindon menambahkan, apabila hasil penyelidikan nantinya membuktikan adanya unsur pencemaran yang dilakukan oleh pihak tertentu, maka pemerintah wajib mengambil tindakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

 

> “Apabila terbukti ada unsur kesengajaan dari aktivitas manusia yang menyebabkan pencemaran, maka siapa pun pelakunya harus diproses sesuai hukum. Pemerintah harus bertindak tegas demi melindungi kesehatan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan laut,” katanya.

 

Fenomena laut hijau dan kematian ikan tersebut juga dikhawatirkan berdampak terhadap aktivitas perikanan masyarakat. Selain berpotensi mengganggu ekosistem laut, kondisi itu dapat memengaruhi pendapatan nelayan yang menggantungkan hidup dari hasil tangkapan setiap hari.

 

Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti perubahan warna air laut dan kematian ikan di perairan Pulau Obi masih dalam tahap penyelidikan. Belum ada pernyataan resmi dari pemerintah maupun hasil uji laboratorium yang menyimpulkan penyebab fenomena tersebut. Oleh karena itu, dugaan penyebab pencemaran masih menunggu hasil investigasi dari instansi yang berwenang.

Related posts:

Bupati Ikram Berangkatkan 5 Mahasiswa Halteng ke STPN Yogyakarta, Siapkan SDM Unggul untuk Masa Depa...

Agustus 3, 2026
Daerah

Bupati Ikram Sangadji Tinjau Pembangunan Jalan Menuju TPU, Pastikan Pekerjaan Sesuai Target

Agustus 3, 2026
Daerah

Hadapi Musim Kemarau, Bupati Halteng Siapkan Strategi Pengairan dan Pemasaran Hasil Pertanian

Juli 30, 2026
Daerah

Dinas Perikanan Halteng Masih Bungkam Soal Dugaan Kapal Kargo Tabrak Rumpon Nelayan di Patani

Juli 29, 2026
Daerah

Dishub Haltim Tegaskan Jalan Umum Bukan Jalur Bebas Kendaraan Operasional Perusahaan

Juli 29, 2026
Daerah

Menyingkap Jejak Perang Dunia II di Wasile Tengah, Yayasan Fasigaro Gelar Seminar Sejarah

Juli 28, 2026
Daerah

Bertahan Empat Hari di Belantara Haltim, Andrias Gorangoitji Akhirnya Kembali dengan Selamat

Juli 28, 2026
Daerah

Gilang Saputra dan Dava Kresna Bersinar di Grasstrack 2026, IMI Halmahera Timur: Bibit Juara Masa De...

Juli 27, 2026
Daerah

HPMM Tegas Tolak Pembahasan AMDAL PT Feni Haltim di Jakarta, Ancam Boikot Aktivitas Perusahaan

Juli 27, 2026
Daerah

IMI Halmahera Timur Bidik Kejurnas Grasstrack Motocross, Siapkan Daerah Jadi Destinasi Wisata Olahra...

Juli 26, 2026
Daerah

Wabup Anjas Taher Resmi Buka Kejuaraan Drag Race dan Grasstrack Halmahera Timur 2026

Juli 24, 2026
Daerah

Peringati Hari Anak Nasional 2026, Kadis P2KBP3A Haltim Ajak Wujudkan Generasi Cerdas dan Terlindung...

Juli 23, 2026
Daerah

SEMANK Maluku Utara Kecam Dugaan Kapal Kargo Tabrak Rumpon Nelayan di Patani, Desak PT IWIP Bertangg...

Juli 22, 2026
Daerah

Wabup Halmahera Tengah Terima Aspirasi SPSI, Pemda Siapkan Langkah Cegah PHK Massal

Juli 21, 2026
Daerah

Mislan Syarif Apresiasi Upaya Pemkab Taliabu, Dukungan Warga dan PLN, Tegaskan Komitmen Perjuangkan ...

Maret 17, 2026
Pulau Taliabu

Bupati Sashabila Dorong KONI Taliabu Perkuat Pembinaan Atlet Berprestasi

Maret 12, 2026
Daerah

Wagub Malut Lantik Pengurus KONI Taliabu, Arif Dermawan Mus Nahkodai Periode 2026–2030

Maret 12, 2026
Pulau Taliabu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikharianpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Ikram Berangkatkan 5 Mahasiswa Halteng ke STPN Yogyakarta, Siapkan SDM Unggul untuk Masa Depan Daerah
Bupati Ikram Sangadji Tinjau Pembangunan Jalan Menuju TPU, Pastikan Pekerjaan Sesuai Target
Hadapi Musim Kemarau, Bupati Halteng Siapkan Strategi Pengairan dan Pemasaran Hasil Pertanian
Dinas Perikanan Halteng Masih Bungkam Soal Dugaan Kapal Kargo Tabrak Rumpon Nelayan di Patani
Dishub Haltim Tegaskan Jalan Umum Bukan Jalur Bebas Kendaraan Operasional Perusahaan
Menyingkap Jejak Perang Dunia II di Wasile Tengah, Yayasan Fasigaro Gelar Seminar Sejarah
Bertahan Empat Hari di Belantara Haltim, Andrias Gorangoitji Akhirnya Kembali dengan Selamat
Gilang Saputra dan Dava Kresna Bersinar di Grasstrack 2026, IMI Halmahera Timur: Bibit Juara Masa Depan

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 07:47 WIT

Bupati Ikram Berangkatkan 5 Mahasiswa Halteng ke STPN Yogyakarta, Siapkan SDM Unggul untuk Masa Depan Daerah

Senin, 3 Agustus 2026 - 06:45 WIT

Bupati Ikram Sangadji Tinjau Pembangunan Jalan Menuju TPU, Pastikan Pekerjaan Sesuai Target

Senin, 3 Agustus 2026 - 05:39 WIT

HMNI Halsel Desak Pemerintah Usut Tuntas Fenomena Laut Hijau di Obi, Warga Diimbau Hentikan Sementara Konsumsi Hasil Laut

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:53 WIT

Hadapi Musim Kemarau, Bupati Halteng Siapkan Strategi Pengairan dan Pemasaran Hasil Pertanian

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:45 WIT

Dinas Perikanan Halteng Masih Bungkam Soal Dugaan Kapal Kargo Tabrak Rumpon Nelayan di Patani

Berita Terbaru