Halsel, Detikharianpos.com – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Himpunan Masyarakat Nelayan Indonesia (HMNI) Kabupaten Halmahera Selatan mendesak pemerintah pusat maupun daerah segera mengusut tuntas penyebab fenomena perubahan warna air laut menjadi hijau pekat yang terjadi di sejumlah perairan Pulau Obi. HMNI juga mengimbau masyarakat untuk sementara waktu menghentikan konsumsi hasil laut hingga hasil investigasi dan uji laboratorium diumumkan secara resmi oleh instansi yang berwenang.
Fenomena perubahan warna air laut yang mulai terlihat sejak 27 Juli 2026 tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Selain air laut berubah menjadi hijau pekat, warga juga melaporkan adanya puluhan ikan mati yang ditemukan mengapung di beberapa titik pesisir.
Ketua DPD HMNI Halmahera Selatan, Nindon Matoro, mengatakan pemerintah harus bergerak cepat melakukan investigasi secara menyeluruh agar penyebab fenomena tersebut segera diketahui dan tidak memunculkan keresahan di tengah masyarakat.
Menurutnya, dugaan penyebab perubahan warna air laut tidak boleh disimpulkan secara sepihak sebelum ada hasil kajian ilmiah. Namun, apabila nantinya terbukti disebabkan oleh pencemaran akibat aktivitas manusia, maka penegakan hukum harus dilakukan secara tegas.
> “Jika benar pencemaran air laut di wilayah Jikotamu, Kecamatan Obi, hingga Obi Utara disebabkan oleh limbah kimia, maka hal itu sangat merugikan masyarakat. Kondisi tersebut dapat mengancam ekosistem laut, berdampak pada kesehatan masyarakat, serta menimbulkan kerugian ekonomi bagi para nelayan,” ujar Nindon, Senin (3/8/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, wilayah yang terdampak meliputi perairan Desa Madapolo, Kecamatan Obi Utara, serta Desa Jikotamu dan Desa Anggai, Kecamatan Obi. Warga di sejumlah lokasi melaporkan air laut berubah warna disertai kemunculan ikan-ikan mati di sepanjang pesisir.
Menyikapi kondisi tersebut, HMNI mengimbau masyarakat agar mengutamakan keselamatan dengan tidak mengonsumsi ikan maupun hasil laut lainnya sampai pemerintah memastikan kondisi perairan benar-benar aman.
> “Kami mengimbau seluruh masyarakat Pulau Obi untuk sementara tidak mengonsumsi hasil laut sebelum ada pengumuman resmi dari pemerintah mengenai hasil pemeriksaan laboratorium,” tegas Nindon.
HMNI juga meminta pemerintah segera melibatkan instansi teknis, seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta laboratorium yang kompeten untuk melakukan pengambilan sampel air laut, sedimen, dan biota laut. Hasil pemeriksaan tersebut dinilai penting untuk memastikan penyebab perubahan warna air laut berdasarkan bukti ilmiah.
Selain itu, HMNI menekankan bahwa hasil investigasi harus disampaikan secara terbuka kepada publik guna menghindari berkembangnya informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Nindon menambahkan, apabila hasil penyelidikan nantinya membuktikan adanya unsur pencemaran yang dilakukan oleh pihak tertentu, maka pemerintah wajib mengambil tindakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
> “Apabila terbukti ada unsur kesengajaan dari aktivitas manusia yang menyebabkan pencemaran, maka siapa pun pelakunya harus diproses sesuai hukum. Pemerintah harus bertindak tegas demi melindungi kesehatan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan laut,” katanya.
Fenomena laut hijau dan kematian ikan tersebut juga dikhawatirkan berdampak terhadap aktivitas perikanan masyarakat. Selain berpotensi mengganggu ekosistem laut, kondisi itu dapat memengaruhi pendapatan nelayan yang menggantungkan hidup dari hasil tangkapan setiap hari.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti perubahan warna air laut dan kematian ikan di perairan Pulau Obi masih dalam tahap penyelidikan. Belum ada pernyataan resmi dari pemerintah maupun hasil uji laboratorium yang menyimpulkan penyebab fenomena tersebut. Oleh karena itu, dugaan penyebab pencemaran masih menunggu hasil investigasi dari instansi yang berwenang.
Related posts:
Pemkab Halteng Siapkan Program RTLH untuk 105 Rumah Terdampak Gempa di Yeysowo
September 10, 2026Daerah
Mabapura Membara, Pemboikotan Jilid II Guncang Aktivitas Antam Group
September 8, 2026Daerah
Dari Puskesmas hingga Rumah Warga, Momen Humanis Bupati Halteng Ikram Malan Sangadji di Damuli
September 8, 2026Daerah
Sekda Haltim Sidak Puskesmas Saramaake, Pastikan Pelayanan Masyarakat Tak Terabaikan
September 7, 2026Daerah
BKMT Haltim Perkuat Konsolidasi hingga Tingkat Desa
September 5, 2026Daerah
Cegah Karhutla Sat Samapta Polres Sula Insentifkan Patroli Edukasi Petani Hindari Kegitan Pembakaran...
September 5, 2026Daerah
Sekda Haltim Buka Mubes I IKT, Pesan Persatuan Jadi Prioritas Organisasi
September 5, 2026Daerah
Karhutla Seluas Tiga Hektare di Desa Sawadai Petugas Gabungan Dan Masyarakat Gerak Cepat Padamkan Ap...
September 5, 2026Daerah
Api Berkobar hingga Larut Malam, TNI-Polri, PT JAS dan Warga Berusaha Padamkan Karhutla di Wasile Ti...
September 5, 2026Daerah
Pengaduan Buruh Belum Mendapat Kepastian, Moh Farid Ibrahim Minta Komisi II DPRD Haltim Turun Tangan
September 3, 2026Daerah
Cegah Karhutla, Sat Binmas Polres Ternate Sambangi Warga dan Sampaikan Imbauan
September 3, 2026Daerah
Dua Hari Jaringan Internet Telkomsel di Wasile Lumpuh, Warga Beralih ke Indosat
September 2, 2026Daerah
HPMM Mabapura Desak Pemda dan Perusahaan Penuhi Hak Masyarakat: Jangan Sampai Tuntutan Berubah Jadi ...
September 1, 2026Daerah
Persada Cup I Resmi Dibuka, Semarakkan Olahraga dan Kebersamaan di Desa Akedaga
Agustus 31, 2026Daerah
Dari Dodaga Cup I Menuju Prestasi, Ketua KONI Haltim Dorong Talenta Muda dan Gaungkan Sportivitas
Agustus 30, 2026Daerah
Dua Anak Perempuan di Halsel Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual, Terduga Pelaku Masih Berkeliaran
Agustus 29, 2026Daerah
Cokaiba FAST Buli 2026 Ditutup di Buli Karya, Pesan Leluhur Fagogoru Tak Boleh Ikut Berakhir
Agustus 29, 2026Daerah
Cegah Pohon Tumbang, Pemerintah, TNI-Polri, PLN, Gimalaha Lolobata dan Kapita Roni Wasile Bersama Wa...
Agustus 29, 2026Daerah
Parade Cokaiba di Buli Islam: Budaya, Persaudaraan, dan Generasi Muda Menjaga Identitas Fagogoru
Agustus 28, 2026Daerah
Goes to School Edukasi Pelajar Dalam Rangka Peringati Hari Jadi Polwan ke-78, Polwan
Agustus 26, 2026Daerah
Ancaman Lingkungan Dibalik Aktivitas Galian C Warga Minta Polisi Dan Dinas Terkait Segera Telusuri
Agustus 25, 2026Daerah
Kapolda Malut Temui Esau Sidemo, Nelayan yang Hilang 26 Hari di Samudra Pasifik
Agustus 23, 2026Daerah
Pemkot Ternate Bakal Terapkan Retribusi Dan Penataan Pedagang Ngaralamo
Agustus 21, 2026Daerah
Asap Masih Mengepul, Personel Gabungan Kembali Berupaya Padamkan Karhutla di Tubo
Agustus 21, 2026Daerah
Dorong Pengaduan Masyarakat Terintegrasi Wakapolda Malut Buka FGD Kepemimpinan Nasional
Agustus 21, 2026Daerah
Polsek Pulau Makian Perketat Upaya Pencegahan Peredaran Miras Dan Sosialisai Tujuh Program Kapolda.
Agustus 21, 2026Daerah
Usai Salat Magrib, Bupati Ikram Sambangi Damkar: Disiplin, Etika, dan Pengabdian Jadi Pesan Utama
Agustus 20, 2026Daerah
Tiga Tower Merah Putih Aktif di HUT ke-81 RI, Akses Komunikasi Warga Halteng Makin Terbuka
Agustus 19, 2026Daerah
Jelang JKPI Sekda Ternate Dorong Pelayanan Dishub Dan Evaluasi Kedisiplinan ASN
Agustus 19, 2026Daerah
Kunjungan Di Halbar Kapolda Malut Tekankan Profesionalisme dan Pencegahan Miras
Agustus 19, 2026Maluku Utara
KM Bunda Maria Rute Ternate–Bacan Dilaporkan Karam di Perairan Suo–Papaceda
Agustus 13, 2026Daerah
Dugaan Intimidasi Tiga Wartawan di Obi, Tim Polda Malut Disorot dan Publik Menanti Klarifikasi
Agustus 10, 2026Daerah
Dugaan Intimidasi Wartawan di Obi, PWOD Desak Kapolri Turun Tangan
Agustus 9, 2026Daerah
Merdeka yang Sebenarnya Harus Sampai ke Tiap-Tiap Desa, Termasuk Desa Persiapan Lukulamo
Agustus 7, 2026Daerah
Diduga Palsukan Surat Kuasa Gugatan Perdata, Dua Pengacara Ditahan Polda Maluku Utara
Agustus 6, 2026Daerah
Follow WhatsApp Channel detikharianpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow