Haltim, Detikharianpos.com – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Halmahera Timur, Ardiansyah Madjid, angkat bicara terkait laporan masyarakat mengenai dugaan pencemaran air di Kali Muria, Desa Bumi Restu, Kecamatan Wasile, Kabupaten Halmahera Timur.
Dalam keterangannya melalui pesan WhatsApp, Minggu (28/6/2026), Ardiansyah mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti laporan tersebut dengan membentuk tim investigasi dan melakukan peninjauan lapangan sejak awal Juni 2026.
“Menindaklanjuti laporan masyarakat, kami sudah merespons dengan membentuk tim investigasi dan turun langsung ke lapangan.
Tim telah melakukan peninjauan di sepanjang aliran sungai maupun saluran irigasi, namun hingga saat ini kami belum dapat menyampaikan hasil investigasi karena masih membutuhkan pendalaman lebih lanjut,” ujarnya.
Ia menjelaskan, DLH berencana kembali menurunkan tim gabungan untuk melakukan investigasi lanjutan guna memastikan sumber perubahan kualitas air yang dikeluhkan masyarakat.
“Kemungkinan pada Selasa, 30 Juni 2026, kami akan kembali menurunkan tim investigasi. Sebelum itu, kami akan menggelar rapat bersama pimpinan untuk menentukan instansi yang akan dilibatkan, termasuk unsur kepolisian,” katanya.
Menurut Ardiansyah, hingga kini DLH belum melakukan pengujian laboratorium terhadap sampel air karena tim masih berupaya memastikan titik sumber perubahan kualitas air agar proses pengambilan sampel dapat dilakukan secara tepat dan menghasilkan data yang akurat.
“Kami belum melakukan uji laboratorium karena masih mencari sumbernya terlebih dahulu. Tim sudah melakukan penelusuran di area dua perusahaan tambang, namun belum menemukan titik yang diduga menjadi sumber perubahan kualitas air. Dugaan sementara mengarah ke wilayah hulu, sehingga perlu dipastikan melalui investigasi lapangan,” jelasnya.
Berdasarkan hasil penelusuran awal, lanjutnya, perubahan warna air di sepanjang Kali Opyang diduga berasal dari lokasi yang berada di luar wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT JAS. Namun demikian, ia menegaskan bahwa informasi tersebut masih bersifat indikatif dan belum dapat dijadikan kesimpulan sebelum investigasi selesai dilakukan.
“Kami tidak ingin berspekulasi atau menduga-duga sebelum menemukan fakta di lapangan. Ada berbagai kemungkinan yang harus dipastikan terlebih dahulu. Setelah sumbernya diketahui, barulah kami dapat menentukan langkah penanganan yang tepat,” tegasnya.
Kepala DLH memastikan, apabila hasil investigasi nantinya membuktikan adanya pencemaran lingkungan yang berasal dari aktivitas perusahaan, maka pemerintah daerah akan mengambil tindakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Jika terbukti limbah tersebut berasal dari perusahaan, tentu akan kami berikan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.
Ardiansyah juga menegaskan bahwa DLH Kabupaten Halmahera Timur selalu membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan laporan maupun informasi terkait dugaan pencemaran lingkungan.
“Kami selalu terbuka menerima laporan masyarakat. Sebenarnya kami juga memiliki media pengaduan, namun belum tersosialisasi secara luas sehingga masih banyak masyarakat yang belum mengetahuinya,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa investigasi lanjutan membutuhkan persiapan logistik dan peralatan pendukung. Meskipun DLH memiliki drone untuk membantu pemetaan lokasi, jangkauan alat tersebut masih terbatas sehingga penelusuran langsung di lapangan tetap menjadi langkah utama.
“Tim membutuhkan persiapan logistik dan peralatan. Drone yang kami miliki memiliki jangkauan terbatas, sehingga investigasi lapangan tetap diperlukan untuk memastikan sumber permasalahan secara akurat,” katanya.
Ia menambahkan, setelah rapat koordinasi selesai dan tim gabungan terbentuk, DLH akan menyampaikan perkembangan hasil investigasi kepada publik sebagai bentuk transparansi dalam penanganan laporan masyarakat.
“Pemerintah ingin memastikan seluruh proses dilakukan berdasarkan fakta dan data di lapangan. Karena itu, kami akan menyampaikan hasil investigasi setelah seluruh tahapan selesai dilaksanakan,” pungkasnya.
Penulis : Amat


































