Angkatan Muda Togale Haltim Desak Polda Maluku Utara Usut Tuntas Dugaan Pelecehan Tarian Adat Cakalele

- Jurnalis

Selasa, 30 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Arjun Onga (Photo: Ist)

Arjun Onga (Photo: Ist)

Haltim, Detikharianpos.com – Angkatan Muda Togale Halmahera Timur mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara untuk mengusut tuntas kasus dugaan pelecehan terhadap tarian adat Cakalele yang diduga dilakukan oleh sejumlah influencer melalui siaran langsung di media sosial demi memperoleh keuntungan berupa donasi dari penonton.

Ketua Angkatan Muda Togale Halmahera Timur, Arjun Onga, mengecam keras tindakan tersebut. Menurutnya, perbuatan itu bukan sekadar konten hiburan, melainkan telah melukai harga diri, martabat, dan kehormatan masyarakat adat yang selama ini menjaga tarian Cakalele sebagai simbol keberanian, perjuangan, persatuan, serta identitas budaya Maluku Utara, khususnya masyarakat Tobelo-Galela.

“Kami mengecam keras segala bentuk pelecehan terhadap tarian adat Cakalele. Budaya bukan bahan candaan, bukan alat mencari popularitas, apalagi dijadikan sarana memperoleh keuntungan ekonomi melalui media sosial. Perbuatan seperti ini sangat melukai perasaan masyarakat adat dan tidak bisa ditoleransi,” tegas Arjun Onga.

Arjun juga mengapresiasi langkah cepat Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Maluku Utara, khususnya Subdirektorat V Siber Crime, yang telah menangani perkara tersebut dengan menerbitkan Laporan Polisi Model A dan melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa proses hukum harus berjalan secara profesional, transparan, dan tidak berhenti pada tahap pemeriksaan awal.

“Kami meminta Kapolda Maluku Utara mengusut kasus ini hingga tuntas. Siapa pun yang terbukti terlibat harus dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jangan ada perlakuan istimewa atau tebang pilih karena persoalan ini menyangkut kehormatan budaya dan marwah masyarakat adat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Arjun menilai perkembangan media sosial tidak boleh dijadikan alasan untuk mengabaikan nilai-nilai budaya dan adat istiadat yang diwariskan oleh para leluhur. Menurutnya, setiap kreator konten memiliki tanggung jawab moral untuk menghormati simbol-simbol budaya, bukan menjadikannya sebagai bahan hiburan yang berpotensi menimbulkan konflik sosial serta melukai perasaan masyarakat adat.

Angkatan Muda Togale Halmahera Timur juga mengajak seluruh generasi muda Maluku Utara untuk menjaga, melestarikan, dan menghormati warisan budaya daerah sebagai sumber kebanggaan dan identitas bersama, bukan sebagai objek yang dipermainkan demi mengejar popularitas maupun keuntungan finansial.

Selain mendukung proses penegakan hukum, organisasi tersebut turut mendorong agar penyelesaian perkara ini juga mempertimbangkan mekanisme hukum adat sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Cakalele adalah simbol kehormatan, keberanian, dan jati diri masyarakat. Siapa pun yang merendahkannya harus bertanggung jawab di hadapan hukum dan juga menghormati mekanisme adat yang berlaku. Kami akan terus mengawal proses ini hingga tuntas,” tutup Arjun Onga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikharianpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Personel Polsek Wasile Bergerak Cepat Menangani Dugaan Pencurian Sapi, Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan dan Jaga Kamtibmas
Saat Warga Larut Menonton Piala Dunia, Pencuri Sapi Diduga Kembali Beraksi di Subaim, Warga Hanya Temukan Usus dan Lambung di TKP
Pengguna Jalan Keluhkan Ruas Jalan Dua Jalur di Depan Pasar Desa Bumi Restu Rusak, Warga Desak PUPR Haltim Segera Lakukan Perbaikan
Upaya Konfirmasi Buntu, Benarkah Pemda Haltim Pilih Kasih soal Pembangunan Tower di Wasile Timur?
Menanggapi Laporan Masyarakat Terkait Dugaan Pencemaran Air Kali Muria, Kadis DLH Haltim: Tim Gabungan Akan Turun Investigasi
Pengelolaan Dana Desa Marasipno Jadi Perhatian Warga, Audit Menyeluruh Diharapkan
Camat Wasile Timur Apresiasi Semangat Petani, Dorong Pemda Perkuat Perlindungan dan Penguatan Sektor Pertanian
Diduga Limbah Kembali Cemari Sungai di Desa Baturaja, Warga Minta Pemda Bentuk Tim Investigasi

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 02:53 WIT

Personel Polsek Wasile Bergerak Cepat Menangani Dugaan Pencurian Sapi, Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan dan Jaga Kamtibmas

Selasa, 30 Juni 2026 - 01:21 WIT

Saat Warga Larut Menonton Piala Dunia, Pencuri Sapi Diduga Kembali Beraksi di Subaim, Warga Hanya Temukan Usus dan Lambung di TKP

Selasa, 30 Juni 2026 - 00:29 WIT

Angkatan Muda Togale Haltim Desak Polda Maluku Utara Usut Tuntas Dugaan Pelecehan Tarian Adat Cakalele

Senin, 29 Juni 2026 - 09:40 WIT

Upaya Konfirmasi Buntu, Benarkah Pemda Haltim Pilih Kasih soal Pembangunan Tower di Wasile Timur?

Minggu, 28 Juni 2026 - 10:48 WIT

Menanggapi Laporan Masyarakat Terkait Dugaan Pencemaran Air Kali Muria, Kadis DLH Haltim: Tim Gabungan Akan Turun Investigasi

Berita Terbaru

Kalimantan Barat

Tim Hukum Libertus Hansen Soroti Perbedaan Lokasi Objek Sengketa Tanah

Selasa, 30 Jun 2026 - 11:36 WIT