Haltim, Detikharianpos.com – Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Timur memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai bibit durian bantuan yang mati setelah disalurkan kepada Kelompok Tani Jati Mandiri di Desa Talaga Jaya, Kecamatan Wasile Selatan.
Selain memberikan penjelasan, dinas juga menyatakan bahwa kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penyaluran bantuan pertanian di masa mendatang.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Timur, Edwin Sohilait, menjelaskan bahwa jumlah bibit yang disalurkan tidak mencapai 1.000 bibit sebagaimana diberitakan sebelumnya.
Menurut Edwin, total bantuan yang disalurkan sebanyak 810 bibit, terdiri dari 400 bibit untuk Desa Talaga Jaya dan 410 bibit untuk Desa Sondo-Sondo, Kecamatan Wasile Selatan.
Ia menjelaskan, kematian sebagian bibit diduga dipengaruhi oleh proses distribusi yang menempuh perjalanan cukup panjang. Bibit tersebut didatangkan dari penangkar di Kotamobagu, Sulawesi Utara, kemudian dikirim melalui Pelabuhan Bitung menuju Ternate.
Setibanya di Ternate, bibit terlebih dahulu menjalani proses karantina untuk menjaga kondisinya agar tidak mengalami stres sebelum didistribusikan ke Desa Talaga Jaya dan Desa Sondo-Sondo, Kecamatan Wasile Selatan, Kabupaten Halmahera Timur.
“Begitu kami menerima laporan adanya bibit yang mati di Kelompok Tani Jati Mandiri, kami langsung berkoordinasi dengan pihak penangkar. Kami juga mengawal langsung proses pengiriman hingga serah terima bibit pengganti kepada kelompok tani,” ujar Edwin, Jumat (26/06).
Sebagai tindak lanjut, Dinas Pertanian bersama pihak penangkar telah menyalurkan bibit pengganti sebanyak 250 bibit untuk Desa Talaga Jaya dan 120 bibit untuk Desa Sondo-Sondo sebagai bentuk tanggung jawab atas laporan yang diterima.
Menurut Edwin, berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak penangkar, bibit yang sebelumnya dikirim sebenarnya masih memiliki peluang untuk tumbuh.
“Bibit tersebut sebenarnya masih bisa hidup, hanya mengalami gugur daun. Karena itu, pihak penangkar meminta bibit tersebut dikembalikan agar dapat dilakukan penanganan dan evaluasi lebih lanjut,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Timur mengapresiasi perhatian dan masukan dari masyarakat terkait program bantuan tersebut. Menurutnya, setiap laporan maupun kritik akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki proses pengadaan, distribusi, hingga pendampingan kepada kelompok tani penerima bantuan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas perhatian dan masukannya. Kejadian ini menjadi bahan evaluasi bagi kami agar ke depan proses penyaluran bantuan bibit dapat dilaksanakan dengan lebih baik, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para petani,” tutup Edwin.
Penulis : Amat


































