Haltim, Detikharianpos.com – Aliran sungai di Desa Baturaja, Kecamatan Wasile, Kabupaten Halmahera Timur, diduga kembali mengalami perubahan kondisi air pada Jumat (26/6/2026) sekitar pukul 16.30 WIT, setelah hujan berintensitas ringan mengguyur wilayah tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, sejumlah warga menduga banjir membawa material sedimen dari kolam penampungan (sediment pond) ke aliran sungai sehingga menyebabkan perubahan warna dan kualitas air.
Kondisi tersebut kembali menimbulkan kekhawatiran masyarakat karena sungai merupakan salah satu sumber air yang dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari. Menurut keterangan warga, dugaan perubahan kondisi air tidak hanya terjadi pada satu aliran sungai, tetapi juga ditemukan di sungai lain yang berada di wilayah Desa Baturaja.
Salah satu sungai tersebut dimanfaatkan oleh warga di kawasan Belpas (Belakang Pasar), Desa Baturaja, sebagai sumber air untuk kebutuhan sehari-hari.
Salah seorang warga Desa Baturaja, Alvin Papang, mengatakan perubahan kondisi air kembali terlihat tidak lama setelah hujan turun. Ia menduga material yang terbawa arus berasal dari area operasional PT Jaya Abadi Semesta (PT JAS).
Namun, menurutnya, dugaan tersebut harus dibuktikan melalui investigasi oleh instansi yang berwenang.
“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa segera membentuk tim investigasi untuk menelusuri secara menyeluruh dari mana asal material yang diduga mencemari sungai tersebut. Masyarakat membutuhkan kepastian agar persoalan ini tidak terus berulang,” ujar Alvin.
Ia juga berharap pemerintah segera melakukan penanganan dengan melibatkan instansi teknis agar penyebab perubahan kondisi air dapat dipastikan secara ilmiah.
“Sungai merupakan sumber kehidupan masyarakat, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun aktivitas lainnya. Kami berharap persoalan ini segera diusut secara tuntas dan hasil pemeriksaannya disampaikan secara terbuka kepada masyarakat,” katanya.
Warga meminta Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur bersama instansi teknis terkait segera melakukan investigasi lapangan terhadap seluruh aliran sungai yang diduga terdampak. Mereka juga berharap dilakukan pengambilan sampel air untuk diuji di laboratorium sehingga penyebab perubahan kondisi air dapat diketahui secara objektif.
Hasil investigasi dan uji laboratorium tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian kepada masyarakat sekaligus menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan langkah penanganan apabila ditemukan adanya pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Jaya Abadi Semesta (PT JAS) maupun Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan yang disampaikan warga.
Awak media masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak – pihak terkait.


































