Haltim, Detikharianpos.com – Banjir kembali melanda kawasan Kali Opyang, Kabupaten Halmahera Timur, pada Senin dini hari, 1 Juni 2026, sekitar pukul 01.00 WIT. Peristiwa tersebut memicu kekhawatiran warga setelah air sungai berubah keruh dan diduga membawa material sedimen dari aktivitas pertambangan di wilayah sekitar.
Sejumlah warga menduga sedimen yang terbawa arus berasal dari area operasional perusahaan tambang PT JAS dan PT ARA. Dugaan itu muncul karena banjir kali ini dinilai berbeda dari biasanya, dengan warna air yang lebih pekat disertai material lumpur yang cukup banyak.
Salah satu warga, Kadim Ternate, mengatakan hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung sekitar dua jam menyebabkan debit air sungai meningkat drastis hingga meluap ke sejumlah titik di sekitar aliran sungai.
“Air naik sangat cepat dan warna sungai terlihat keruh pekat. Warga menduga ada sedimen dari aktivitas tambang yang ikut terbawa arus banjir,” ujarnya.
Warga meminta Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) segera turun ke lokasi untuk melakukan investigasi menyeluruh. Selain pengecekan lapangan, masyarakat juga mendesak adanya pengambilan sampel air dan material lumpur untuk diuji secara laboratorium.
Menurut warga, hasil uji laboratorium harus disampaikan secara terbuka kepada publik agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat. Mereka berharap proses pemeriksaan dilakukan secara profesional dan transparan.
“Kami meminta DLH segera mengambil langkah cepat. Jika memang terbukti ada limbah atau sedimen dari perusahaan, maka harus ada pertanggungjawaban yang jelas,” kata salah seorang warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT JAS maupun PT ARA terkait dugaan tersebut.
Penulis : Amat
































