Haltim, Detikharianpos.com – Setelah empat hari dinyatakan hilang di belantara Halmahera Timur, Andrias Gorangoitji (69), warga Desa Waijoi, Kecamatan Wasile Selatan, akhirnya berhasil kembali dalam keadaan selamat, Selasa (28/7/2026). Kisah perjuangannya bertahan hidup di tengah hutan dengan bekal seadanya menjadi perhatian banyak warga.
Andrias sebelumnya pergi mencari kayu gaharu bersama tiga rekannya di kawasan hutan Desa Saolat. Namun, di tengah perjalanan ia terpisah dari rombongan dan kehilangan arah. Upaya pencarian pun segera dilakukan oleh Tim SAR Gabungan yang menyisir kawasan hutan dengan medan terjal dan vegetasi yang lebat.
Memasuki hari keempat pencarian, Tim SAR Gabungan memperluas area operasi dengan membagi wilayah pencarian menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) menggunakan metode Explore Search and Rescue (ESAR).
Harapan keluarga yang sempat diliputi kecemasan akhirnya terjawab. Sekitar pukul 09.55 WIT, Posko SAR menerima informasi dari warga Desa Saolat bahwa seorang pria lanjut usia baru saja keluar dari kawasan hutan. Setelah dilakukan pengecekan, pria tersebut dipastikan adalah Andrias Gorangoitji.
Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, mengatakan tim langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisi korban.
«”Setelah dilakukan pengecekan dan pemeriksaan kesehatan, korban dipastikan ditemukan dalam keadaan selamat,” ujar Iwan.»
Di balik keselamatannya, tersimpan kisah perjuangan yang mengundang haru. Selama tersesat, Andrias mengaku sempat berpapasan dengan warga suku pedalaman. Namun karena merasa takut dan tidak mengetahui siapa yang ditemuinya, ia memilih terus berjalan mencari jalan keluar hingga akhirnya menemukan jalur menuju permukiman.
Dalam kondisi lapar dan kelelahan, pria berusia 69 tahun itu bertahan hidup hanya dengan mengonsumsi garam, kopra, dan ujung daun woka yang dibawanya. Bekal sederhana tersebut menjadi penopang tenaganya selama empat hari berada di tengah belantara Halmahera.
Sesampainya di Desa Saolat, warga setempat segera memberikan pertolongan dan menghubungi Tim SAR. Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan, Andrias dinyatakan dalam kondisi baik dan kemudian dipertemukan kembali dengan keluarganya yang telah menanti dengan penuh harap.
Dengan ditemukannya korban dalam keadaan selamat, operasi pencarian resmi ditutup. Seluruh unsur yang terlibat, di antaranya Tim Rescue USS Halmahera Timur, Brimob Polda Maluku Utara, Polsek Wasile Selatan, BPBD Halmahera Timur, Tim Kesehatan Wasile Selatan, masyarakat, serta keluarga korban, dikembalikan ke satuan masing-masing.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan beratnya medan hutan di Halmahera Timur sekaligus pentingnya kewaspadaan bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan hutan. Di tengah keterbatasan dan situasi yang penuh ketidakpastian, semangat Andrias Gorangoitji untuk terus bertahan hingga menemukan jalan pulang menjadi kisah yang menginspirasi.








































