Haltim, Detikharianpos.com – Sebanyak 1.000 bibit durian bantuan dari Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Timur yang disalurkan kepada Kelompok Tani Jati Mandiri, Desa Talaga Jaya, Kecamatan Wasile Selatan, dilaporkan mati dan mengering sehingga tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.
Bibit durian tersebut diserahkan kepada kelompok tani pada 13 Juni 2026. Namun, berdasarkan keterangan warga, sebagian besar bibit yang diterima sudah dalam kondisi layu, mengering, bahkan ada yang mati sehingga tidak layak ditanam.
Kondisi tersebut mendapat perhatian masyarakat. Sekretaris Kelompok Tani Jati Mandiri, Yasyfi Yunus, menyayangkan kualitas bibit yang diterima kelompok tani karena dinilai tidak sesuai dengan tujuan program bantuan pemerintah untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Harapannya bantuan yang diberikan benar-benar dalam kondisi baik sehingga dapat dimanfaatkan oleh kelompok tani,” ujar Yasyfi, Kamis (25/6/2026).
Meski demikian, Yasyfi mengapresiasi langkah cepat Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Timur yang telah mengganti 250 bibit durian setelah menerima laporan dari masyarakat, menurutnya, respons tersebut patut diapresiasi.
Namun, ia berharap Dinas Pertanian melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pengadaan, penyimpanan, hingga pendistribusian bibit agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Ke depan kami berharap Dinas Pertanian lebih baik lagi dalam menyiapkan bibit. Bibit harus dirawat dan dipastikan dalam kondisi sehat sebelum diserahkan kepada kelompok tani maupun masyarakat, sehingga bantuan pemerintah benar-benar bermanfaat,” katanya.
Ia juga meminta agar pengawasan terhadap kualitas bibit diperketat sebelum disalurkan kepada kelompok tani, sehingga bantuan pemerintah benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi para petani.
Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Timur belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab matinya 1.000 bibit durian tersebut maupun langkah evaluasi yang akan dilakukan.
Penulis : Amat


































