Pagimana, Banggai, Jadi Sorotan! Turnamen Berani Juara 2026 Bak Arena MMA, Wasit Bungkam, Panitia Diserbu Kritik

- Jurnalis

Jumat, 17 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemain Teliabu Muda FC yang Mendapat Perawatan Medis (Photo: Ist)

Pemain Teliabu Muda FC yang Mendapat Perawatan Medis (Photo: Ist)

Banggai, Detikharianpos.com – Turnamen Berani Juara 2026 di Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, menjadi sorotan setelah diwarnai insiden kekerasan saat laga Taliabu Muda FC melawan Bunta Putra FC, Kamis (16/7/2026). Seorang pemain Taliabu Muda FC mengalami luka robek pada telinga hingga harus menjalani lima jahitan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Detikharianpos.com, insiden bermula ketika kedua tim terlibat duel perebutan bola di tengah lapangan. Seorang pemain Bunta Putra FC diduga melayangkan siku keras ke arah pemain Taliabu Muda FC hingga korban terjatuh dan mengalami luka serius pada bagian telinga.

Suasana pertandingan seketika memanas. Pemain, ofisial, serta penonton langsung memprotes insiden tersebut karena dinilai membahayakan keselamatan pemain. Namun, wasit tidak mengeluarkan kartu merah kepada pemain yang diduga melakukan pelanggaran keras tersebut sehingga memicu kekecewaan dari berbagai pihak.

Selain insiden siku yang menyebabkan korban mengalami luka robek pada telinga, video pertandingan yang beredar juga memperlihatkan dugaan tindakan lanjutan. Dalam rekaman tersebut, sesaat setelah pemain Taliabu Muda FC terjatuh di lapangan, tampak seorang pemain Bunta Putra FC bernomor punggung 97 diduga sengaja menginjak bagian kaki korban. Dugaan aksi tersebut semakin memicu kritik publik terhadap kepemimpinan wasit karena dinilai tidak mengambil tindakan tegas terhadap rangkaian insiden yang terjadi selama pertandingan berlangsung.

Korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Pagimana untuk mendapatkan penanganan medis. Akibat luka robek pada bagian telinga, korban harus menjalani tindakan penjahitan sebanyak lima jahitan. Setelah mendapat penanganan awal, korban direncanakan dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas kesehatan lebih lengkap untuk menjalani perawatan lanjutan.

Saat dikonfirmasi, pelatih Taliabu Muda FC, Mislan Syarif, mengaku sangat menyayangkan insiden yang mencoreng jalannya turnamen tersebut. Menurutnya, para pemain Taliabu Muda FC merupakan pemain-pemain muda yang sedang dipersiapkan sebagai regenerasi menghadapi berbagai kompetisi pada masa mendatang.

Mislan mengatakan timnya menghadapi pemain-pemain senior yang telah memiliki pengalaman bertanding di berbagai liga. Karena itu, ia berharap para pemain senior mampu menunjukkan sikap profesional dengan tetap mengedepankan sportivitas serta memberikan contoh yang baik kepada pemain muda.

READ  Dialog Bupati Sashabila Akhiri Sengketa Lahan Proyek Listrik Nggoli - Bahu

“Silakan bermain maksimal, bermain keras itu bagian dari sepak bola. Tetapi bermainlah sepak bola, bukan adu fisik. Anak-anak ini datang mencari pengalaman dan pembinaan, bukan menjadi korban kekerasan di lapangan,” ujar Mislan.

Ia mengungkapkan, saat insiden terjadi dirinya langsung meminta kepada wasit dan panitia agar pertandingan dihentikan sementara. Permintaan itu disampaikan karena ia khawatir situasi di lapangan semakin memanas dan berpotensi memicu bentrokan yang lebih besar di antara kedua tim.

Namun, menurut Mislan, panitia akhirnya memutuskan pertandingan tidak dilanjutkan pada hari itu dan menjadwalkan sisa pertandingan berlangsung pada Minggu mendatang. Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan situasi di lapangan yang dinilai sudah tidak lagi kondusif.

Mislan juga mempertanyakan keputusan wasit yang tidak memberikan kartu merah kepada pemain yang diduga melakukan aksi kekerasan tersebut. Menurutnya, dampak dari pelanggaran itu sangat jelas karena korban harus mendapatkan penanganan medis akibat cedera serius.

“Yang kami sesalkan, pemain yang diduga melakukan tindakan itu tetap berada di lapangan. Tidak ada kartu merah, tidak ada sanksi. Ada apa dengan wasit dan panitia? Keselamatan pemain harus menjadi prioritas utama dalam setiap pertandingan,” tegasnya.

Menurut Mislan, berdasarkan informasi yang diterimanya, pemain yang diduga melakukan aksi kekerasan tersebut merupakan pemain asal luar daerah yang dikontrak untuk memperkuat Bunta Putra FC selama Turnamen Berani Juara 2026 berlangsung di Kecamatan Pagimana.

Insiden ini memicu kecaman dari berbagai kalangan pecinta sepak bola. Banyak pihak menilai tindakan yang terekam dalam pertandingan tidak mencerminkan nilai-nilai sportivitas, sementara keputusan wasit yang tidak memberikan tindakan tegas dinilai turut memperburuk situasi dan mencederai semangat fair play dalam sebuah kompetisi.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari wasit yang memimpin pertandingan, panitia pelaksana Turnamen Berani Juara 2026, maupun manajemen Bunta Putra FC terkait insiden tersebut maupun video yang beredar di media sosial. (*)

Related posts:

Usai Heboh Istilah "Anak FIFA" di Piala Dunia 2026, Kini Muncul Julukan "Anak Wasit dan Panitia" di ...

Juli 17, 2026
Olahraga

Tinju Jadi Lumbung Medali Taliabu di Porprov V dan POPDA XII, Ketua Pertina Minta Dukungan Pemda Dit...

Juli 12, 2026
Pulau Taliabu

Terungkap, Bhabinkamtibmas Tak Diundang dalam Mediasi Sengketa Tanah yang Berujung Ricuh di Tikong

Juli 7, 2026
Klarifikasi

Bhabinkamtibmas Desa Tikong Tak Berada di Tempat Saat Mediasi Perkara Sensitif, Warga Minta Kapolsek...

Juli 7, 2026
Pulau Taliabu

Insiden di Gunung Besi Lirang, Pengendara Motor Terjatuh Diduga Dipicu Manuver Mobil Hindari Genanga...

Juli 1, 2026
Peristiwa

Aksi Begal Payudara Terjadi di Wasile Haltim, Korban Imbau Perempuan Lebih Waspada

Juni 6, 2026
Peristiwa

Banjir Diduga Bawa Limbah Perusahaan, Puluhan Kilo Ikan di Wisata Pondok Cemara subaim Halmahera Tim...

Juni 2, 2026
Maluku Utara

Dugaan Bom Ikan di Laut Natuna Dibongkar, TNI AL Amankan Kapal dan ABK

Mei 10, 2026
Kalimantan Barat

Paradoks Penegakan Hukum di Banggai, Korban Berubah Jadi Terlapor

April 22, 2026
Banggai

Penikaman di Waikafia, Keluarga Korban Minta Penanganan Serius Aparat

April 20, 2026
Peristiwa

Polisi Tangkap Polisi di Bengkayang, Brigadir DN Diduga Bawa Sabu 2 Kilogram

April 14, 2026
Hukum

Ketua PSSI Sula Bantah Klarifikasi KONI, Sebut Seleksi Sepak Bola Tidak Sesuai Mekanisme

April 8, 2026
Kepulauan Sula

KONI Sula Tanggapi Kisruh Seleksi Sepak Bola Porprov, Ketua Tim Seleksi Jelaskan Kronologi

April 7, 2026
Kepulauan Sula

KONI Sula Dinilai Amburadul, Sepak Bola Porprov Terancam Blacklist ?

April 7, 2026
Kepulauan Sula

Pengurus Baru KONI Sula Disorot, Pemahaman Organisasi Dipertanyakan

April 7, 2026
Kepulauan Sula

Jembatan Putus Diterjang Banjir, Polisi dan Warga Bangun Jembatan Darurat di Taliabu Utara

Maret 15, 2026
Pulau Taliabu

Insiden Gunung Sampe, Bupati Taliabu Bereaksi, Janji Kadis PUPR Endro Sudarmono Disorot

Februari 8, 2026
Pulau Taliabu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikharianpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Usai Heboh Istilah “Anak FIFA” di Piala Dunia 2026, Kini Muncul Julukan “Anak Wasit dan Panitia” di Turnamen Berani Juara Pagimana, Banggai
Tinju Jadi Lumbung Medali Taliabu di Porprov V dan POPDA XII, Ketua Pertina Minta Dukungan Pemda Ditingkatkan
Terungkap, Bhabinkamtibmas Tak Diundang dalam Mediasi Sengketa Tanah yang Berujung Ricuh di Tikong
Bhabinkamtibmas Desa Tikong Tak Berada di Tempat Saat Mediasi Perkara Sensitif, Warga Minta Kapolsek dan Kasat Bimas Bertindak
Insiden di Gunung Besi Lirang, Pengendara Motor Terjatuh Diduga Dipicu Manuver Mobil Hindari Genangan
Aksi Begal Payudara Terjadi di Wasile Haltim, Korban Imbau Perempuan Lebih Waspada
Banjir Diduga Bawa Limbah Perusahaan, Puluhan Kilo Ikan di Wisata Pondok Cemara subaim Halmahera Timur Mati Mendadak
Dugaan Bom Ikan di Laut Natuna Dibongkar, TNI AL Amankan Kapal dan ABK

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 03:56 WIT

Usai Heboh Istilah “Anak FIFA” di Piala Dunia 2026, Kini Muncul Julukan “Anak Wasit dan Panitia” di Turnamen Berani Juara Pagimana, Banggai

Jumat, 17 Juli 2026 - 02:54 WIT

Pagimana, Banggai, Jadi Sorotan! Turnamen Berani Juara 2026 Bak Arena MMA, Wasit Bungkam, Panitia Diserbu Kritik

Minggu, 12 Juli 2026 - 13:31 WIT

Tinju Jadi Lumbung Medali Taliabu di Porprov V dan POPDA XII, Ketua Pertina Minta Dukungan Pemda Ditingkatkan

Selasa, 7 Juli 2026 - 07:05 WIT

Terungkap, Bhabinkamtibmas Tak Diundang dalam Mediasi Sengketa Tanah yang Berujung Ricuh di Tikong

Selasa, 7 Juli 2026 - 02:34 WIT

Bhabinkamtibmas Desa Tikong Tak Berada di Tempat Saat Mediasi Perkara Sensitif, Warga Minta Kapolsek dan Kasat Bimas Bertindak

Berita Terbaru