Banggai, Detikharianpos.com – Setelah jagat sepak bola dunia ramai dengan istilah “Anak FIFA” yang mencuat dalam perbincangan Piala Dunia 2026, kini istilah serupa kembali mencuri perhatian publik. Kali ini, julukan “Anak Wasit dan Panitia” mencuat usai laga Turnamen Berani Juara 2026 antara Taliabu Muda FC melawan Bunta Putra FC di Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Kamis (16/7/2026).
Istilah tersebut disampaikan langsung oleh sejumlah pihak yang mendukung Taliabu Muda FC kepada awak media sebagai bentuk kekecewaan terhadap kepemimpinan pertandingan. Mereka menilai keputusan wasit dan penyelenggara tidak mencerminkan rasa keadilan setelah terjadi insiden yang menyebabkan salah seorang pemain Taliabu Muda FC mengalami luka robek pada telinga hingga harus menjalani lima jahitan.
Kekecewaan itu semakin menguat setelah video pertandingan beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat dugaan aksi menyikut yang menyebabkan pemain Taliabu Muda FC terluka. Video yang sama juga memperlihatkan dugaan tindakan lanjutan ketika korban telah terjatuh di lapangan dan diduga kembali diinjak oleh pemain lawan.
Meski insiden tersebut memicu cedera serius dan menjadi perbincangan publik, wasit yang memimpin pertandingan tidak mengeluarkan kartu merah kepada pemain yang diduga terlibat. Keputusan itu memantik kritik dari para pendukung Taliabu Muda FC yang mempertanyakan standar penegakan aturan selama pertandingan berlangsung.
Salah seorang pendukung Taliabu Muda FC yang ditemui awak media menyebut munculnya istilah “Anak Wasit dan Panitia” merupakan ungkapan kekecewaan atas keputusan yang dinilai menguntungkan salah satu pihak. Menurutnya, istilah tersebut mencerminkan persepsi sebagian pendukung terhadap jalannya pertandingan, bukan pernyataan mengenai fakta yang telah dibuktikan.
Sebelumnya, pelatih Taliabu Muda FC, Mislan Syarif, juga menyayangkan kepemimpinan wasit yang dinilai gagal memberikan perlindungan kepada pemain. Ia berharap panitia penyelenggara melakukan evaluasi menyeluruh agar insiden serupa tidak kembali terjadi pada pertandingan berikutnya.
Hingga berita ini diterbitkan, wasit yang memimpin pertandingan, panitia Turnamen Berani Juara 2026, maupun pihak Bunta Putra FC belum memberikan keterangan resmi terkait kritik yang disampaikan pendukung Taliabu Muda FC maupun alasan tidak dijatuhkannya sanksi terhadap pemain yang diduga terlibat dalam insiden tersebut. (*)








































