TERNATE, Detikharianpos.com – Dinamika internal partai politik kembali menjadi perhatian publik di Maluku Utara. Kali ini datang dari tubuh Partai Buruh, setelah salah satu kader yang sejak awal terlibat dalam proses pembentukan dan penguatan struktur partai di daerah menyampaikan sikap politiknya secara terbuka kepada masyarakat.
Ali Akbar Muhammad secara resmi menyatakan mundur dari struktur Partai Buruh. Pernyataan itu disampaikan sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan politik kepada konstituen yang selama ini mendukungnya, khususnya kalangan buruh, petani, dan masyarakat kecil di Maluku Utara.
Dalam keterangannya, Ali menjelaskan bahwa keterlibatannya di Partai Buruh berangkat dari keyakinan ideologis. Ia percaya partai tersebut lahir sebagai wadah perjuangan kelas pekerja dan rakyat miskin. Bahkan, ia mengaku baru pertama kali menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2024 setelah bergabung dan berjuang bersama Partai Buruh.
“Sejak saya punya hak pilih, saya tidak pernah mencoblos partai, DPR RI, DPD RI, DPRD, maupun Presiden dan Wakil Presiden. Baru setelah terlibat membangun Partai Buruh, saya mencoblos untuk DPR RI dan DPRD dari Partai Buruh. Untuk DPD RI serta Presiden dan Wakil Presiden, saya tetap memilih golput,” ujar Ali.
Namun dalam perjalanannya, ia menilai praktik internal partai tidak sepenuhnya mencerminkan prinsip demokrasi yang selama ini dikedepankan dalam dokumen resmi partai. Menurutnya, dinamika perbedaan latar belakang dan ideologi di tubuh partai seharusnya menjadi energi kolektif yang dikelola secara partisipatif.
“Secara tertulis partai mengedepankan proses demokrasi dalam setiap pengambilan keputusan. Tetapi dalam praktiknya, saya melihat banyak keputusan strategis yang tidak melibatkan kader di tingkat daerah,” katanya.
Ali juga menyinggung sikap Partai Buruh pada Pemilihan Presiden 2024 yang secara politik menyatakan tidak mendukung pasangan calon mana pun. Akan tetapi, ia menilai terdapat inkonsistensi setelah sejumlah pimpinan partai memperoleh posisi tertentu di lembaga negara usai pilpres.
“Jika partai menyatakan tidak memilih siapa pun dalam pilpres, maka seharusnya konsisten. Ketika kemudian ada pimpinan yang mendapatkan posisi tertentu tanpa sepengetahuan kader di daerah, tentu ini menimbulkan pertanyaan,” ucapnya.
Di tingkat daerah, ia menyoroti pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Buruh Provinsi Maluku Utara. Ia menjelaskan bahwa sebelum Musda digelar, telah dilaksanakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sebagai dasar penetapan calon ketua, sekretaris, dan bendahara.
Menurut Ali, proses Rakerda hanya melibatkan unsur pengurus dan tidak sepenuhnya membuka ruang bagi unsur pendiri maupun basis serikat. Hasil suara yang sebelumnya seimbang, lanjutnya, berubah saat Musda berlangsung.
“Perubahan hasil suara dari Rakerda ke Musda sangat janggal. Ini memberi kesan adanya praktik yang tidak sehat dalam penentuan pimpinan. Padahal partai gerakan seharusnya memberi ruang luas kepada basis untuk menentukan arah kepemimpinan,” tegasnya.
Ia juga mengkritik pola kepemimpinan Partai Buruh Maluku Utara sebelumnya yang dinilainya cenderung elitis dan kurang transparan, termasuk dalam proses penentuan dukungan terhadap figur pada Pilkada. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat partai semakin jauh dari basis rakyat pekerja.
“Upaya mendorong partai tetap berada di garis perjuangan kelas pekerja semakin sulit. Cara berpikir sebagian pimpinan sudah terlalu elitis dan tidak membuka ruang dialog yang sehat dengan basis,” kata Ali.
Atas dasar berbagai pertimbangan itu, Ali menegaskan keputusannya untuk tidak lagi menjadi bagian dari struktur Partai Buruh. Ia memastikan keputusan tersebut diambil secara sadar dan tanpa tekanan pihak mana pun.
Saya bukan lagi bagian dari struktur Partai Buruh. Saya menyampaikan ini secara terbuka agar seluruh konstituen yang mendukung saya, termasuk buruh, petani, dan masyarakat Maluku Utara maupun Indonesia secara umum, mengetahui sikap politik saya,” pungkasnya.
Meski mundur dari struktur partai, Ali menyatakan komitmennya untuk tetap memperjuangkan kepentingan kelas pekerja melalui jalur lain di luar struktur formal partai.
Related posts:
Dua Tersangka Konflik Banemo - Sibenpopo Serahkan Diri, Polisi Ajak Semua Pihak Jaga Kedamaian
September 28, 2026PKM FEB Unkhair Dorong Tata Kelola Rantai Pasok Kelapa
September 28, 2026Fajri Barakati Sampaikan Selamat atas Terpilihnya Fahmi Abukasim sebagai Ketua PB IKT Pulau Morotai
September 27, 2026Penyidikan Kematian Ali Daud Disorot, KNPI Halteng Ungkap Empat Kejanggalan
September 27, 2026Tindak Lanjut Pengaduan terhadap PT MRI Dipertanyakan, Farid Minta Perhatian Pemkab Haltim
September 27, 2026Polres Ternate Ungkap Tabrak Lari Viral di Medsos, Barang Bukti Diserahkan ke Unit Laka
September 26, 2026Kabid BPKAD Haltim Beri Klarifikasi Soal Polemik Air Asrama Mahasiswa
September 26, 2026SeOPMI Haltim Kecam Respons Kabid BPKAD soal Kondisi Asrama Mahasiswa
September 26, 2026GP Ansor Minta Proses Hukum Kasus Sibenpopo Ditangani Proefesional Dan Transparan
September 26, 2026Wasekjen Pemuda Katolik Dukung Penegak Hukum Kasus Sibenpopo-Banemo di Halmahera Tengah
September 26, 2026Polda Malut: Pembunuh Ali Daud Bukan Warga Sibenpopo, Karakteristik Pelaku Mengarah ke Kelompok Noma...
September 25, 2026Pembukaan 29,89 Hektare di Sula Disorot, Legalitas Hutan Desa Dipertanyakan
September 24, 2026Polda Malut Tegaskan Foto Selongsong Peluru yang Beredar di Medsos Bukan Peluru Tajam
September 24, 2026Kapolda Malut Imbau Masyarakat Sibenpopo dan Banemo Tahan Diri, Percayakan Proses Hukum
September 24, 2026Polda Malut Amankan 5 Tersangka Kasus Konflik di Patani Barat, 3 Orang Masih dalam Pencarian
September 24, 2026Kapolres Ternate Imbau Masyarakat Sampaikan Aspirasi dengan Damai dan Tertib
September 24, 2026Zahira Asmal dari Cape Town Afrika Selatan, berkunjung ke Ilmu Sejarah FIB Unkhair
September 24, 2026Polres Ternate Dan IAIN Ternate Perkuat Kamtibmas,Lewat sinergitas Dan Edukasi Hukum
September 24, 2026Warga Banemo Protes Penangkapan Lima Warga, Minta Kasus Ali Abas Diungkap
September 24, 2026Kunker Ke Kecamatan Pulau Ternate, Wali kota Evaluasi Kinerja Kecamatan Dan Kelurahan
September 23, 2026LATAMLA Soroti Pembukaan Lahan Hutan Lindung Pulau Sulabesi, Minta Legalitas Dibuka ke Publik
September 22, 2026Kecelakaan Tragis di Puncak Kawinet, Satu Pengendara Dinyatakan Meninggal Dunia
September 22, 2026Polres Ternate Ungkap Kasus Kekerasan dan Persetubuhan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan
September 21, 2026Polres Ternate Ungkap Dugaan Investasi Ilegal Zahra Berkah, Dana Teridentifikasi Rp3,93 Miliar
September 21, 2026Owner Zahra Berkah Sahriyani Ditetapkan Tersangka oleh Polres Ternate
September 19, 2026AKBP Rona Buha Tua Tambunan Resmi Jabat Kapolres Halmahera Timur
September 18, 2026Dugaan Pungutan Rp25 Juta per Kades, FORMAHSEL Jakarta Desak KPK Periksa Kadis PMD Halsel
September 17, 2026Ditresnarkoba Polda Malut Ungkap 11 Sachet Sabu, Satu Pelaku Diamankan
September 17, 2026Ditresnarkoba Polda Malut Gagalkan Peredaran Sabu dan Tembakau Sintetis, Seorang Pemuda Diamankan
September 17, 2026Kapolda Malut Pimpin Sertijab Wakapolda, Dirreskrimsus dan Kapolres Haltim
September 17, 2026Penanganan Medis Mewarnai Kegiatan Safety Riding Tahun 2026 di Makorem 152/Baabullah
September 17, 2026Prestasi Nasional, Maluku Utara Raih Juara Layanan Investasi 2026
September 16, 2026Panen Perdana Melon Hidroponik, Kapolda Malut Ajak Masyarakat Manfaatkan Lahan Terbatas
September 16, 2026Tersangka Masih Bebas Beraktivitas, KOPRI PMII Ternate Desak Penyidik Segera Bertindak
September 15, 2026Rektor Unkhair Targetkan Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Raih Hasil Terbaik pada Asesme...
September 15, 2026Penulis : Amat









































