Haltim, Detikharianpos.com – Serikat Petani Indonesia (SPI) Cabang Halmahera Timur (Haltim) menyoroti dugaan pencemaran lingkungan yang diduga berdampak terhadap lahan pertanian, sumber air, serta kehidupan masyarakat di sejumlah desa di Kecamatan Wasile, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara.
Ketua SPI Cabang Halmahera Timur, Nurhakiki, menyatakan masifnya aktivitas industri pertambangan di wilayah tersebut dinilai telah memicu berbagai persoalan lingkungan yang dirasakan masyarakat, khususnya petani di Desa Bumi Restu, Mekar Sari, Batu Raja, dan Subaim.
Menurut Nurhakiki, pada 6 Mei 2026 hujan berintensitas tinggi menyebabkan banjir di kawasan perkebunan warga. Banjir tersebut membawa sedimentasi lumpur merah yang diduga berasal dari aktivitas pertambangan di wilayah hulu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, sedimentasi lumpur mengakibatkan sejumlah kebun petani tertimbun, sumber air menjadi keruh, serta beberapa titik mata air tidak lagi layak digunakan. Lumpur juga dilaporkan masuk hingga ke lokasi permukiman warga yang berada di area perkebunan.
“Berdasarkan hasil investigasi SPI Halmahera Timur, sekitar 20 kebun petani terdampak langsung akibat banjir dan sedimentasi lumpur tersebut,” kata Nurhakiki dalam pernyataan sikap yang diterima media ini.
SPI juga menerima keterangan dari warga yang menyebut kondisi sungai dan sumber air sebelum adanya aktivitas pertambangan jauh lebih bersih. Namun dalam beberapa tahun terakhir, banjir dan sedimentasi disebut semakin sering terjadi.
Selain berdampak pada lahan pertanian, SPI menyebut sedimentasi juga mulai memengaruhi irigasi bendungan yang mengairi Sungai Opiyang dan area persawahan warga. Warga turut melaporkan kondisi air sungai yang diduga tercemar sehingga tidak lagi dimanfaatkan sebagai sumber air minum ternak.
Nurhakiki mengatakan masyarakat juga menemukan ikan dan biota sungai mati. Ketika sedimentasi terbawa hingga ke wilayah pesisir, kondisi tersebut disebut turut memengaruhi ekosistem laut. Warga bahkan mengaku warna air sungai berubah menjadi cokelat dalam kurun waktu hampir satu bulan terakhir.
Dalam pernyataannya, SPI menyebut masyarakat menduga dampak lingkungan tersebut berkaitan dengan aktivitas sejumlah perusahaan pertambangan yang beroperasi di wilayah Halmahera Timur, di antaranya PT Arumba Jaya Perkasa, PT JAS, PT ARA, PT Priven, dan PT Position.
SPI menilai kondisi tersebut berpotensi bertentangan dengan prinsip perlindungan hak-hak petani sebagaimana diatur dalam UNDROP atau Deklarasi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hak-Hak Petani dan Masyarakat Pedesaan. Selain itu, SPI juga mengingatkan pentingnya penerapan ketentuan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Atas kondisi tersebut, SPI Halmahera Timur meminta Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara segera melakukan investigasi lapangan. Organisasi tersebut juga mendorong pembentukan tim investigasi independen yang melibatkan masyarakat, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan tokoh masyarakat.
Nurhakiki menegaskan keselamatan petani, perlindungan lahan pertanian, serta keberlangsungan sumber pangan masyarakat harus menjadi perhatian utama di tengah perkembangan industri pertambangan di Halmahera Timur. Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memastikan kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sektor pertanian masyarakat.
Related posts:
Aktivitas Vulkanik Gunung Ibu Meningkat, Masyarakat Sekitar Diimbau Tetap Waspada
September 9, 2026Rakernis Reskrim Polda Malut 2026, Fokus Tingkatkan Pelayanan Hukum dan Kepastian Hukum
September 9, 2026Kecelakaan Kerja di Babang, Petugas PLN Diduga Tersengat Listrik Saat Bertugas
September 8, 2026Kasus Dugaan Perzinaan Oknum Polres Halteng hingga Perempuan Hamil, Keluarga Minta Kapolda Bertindak...
September 8, 2026Tingkatkan Kompetensi Calon Guru, Mahasiswa FKIP Unkhair Ikuti Magang Berdampak
September 8, 2026Ditreskrimum Polda Malut Tahan Tersangka Penipuan dan TPPU di Pulau Taliabu
September 7, 2026Tegas, Kapolda Malut Pecat Dengan Tidak Hormat 21 Personel Akibat Pelanggaran Berat
September 7, 2026KOREM 152/BAABULLAH DUKUNG PENUH PENCANANGAN GERAKAN INDONESIA AKTIF KORMI MALUKU UTARA 2026
September 6, 2026Ahmad Zakaria 52 Tahun Belum Pernah Terima Bantuan, Dinsos Ternate Diminta Cek Data dan Beri Penjela...
September 6, 2026Polres Ternate Pastikan Laporan Dugaan Penganiayaan Yang Melibatkan Oknum Polisi Tetap Diproses, Ini...
September 6, 2026Polsek Ternate Selatan Amankan Puluhan Kantong Captikus di Pelabuhan Ferry Bastiong
September 6, 2026Gandeng BPVP Ternate, FIB Unkhair Dorong Mahasiswa Kuasai Kompetensi Kerja
September 5, 2026Cegah Bullying Sejak Dini, Polres Ternate Berikan Penyuluhan Hukum kepada Para Pelajar
September 4, 2026Sat Resnarkoba Polres Ternate Ungkap Dugaan Penyalahgunaan Sabu di Kelurahan Skep, Seorang Pria Diam...
September 4, 2026Peduli Lingkungan, Korem 152/Baabullah Bersihkan Kawasan Bandara Sultan Baabullah
September 4, 2026Perkuat Bantuan Hukum FH Unkhair Jalin Kerja Sama Alumni dan Puluhan Kantor Advokat
September 4, 2026Polres Ternate Gelar Binrohtal Rutin, Perkuat Mental, Integritas, dan Profesionalisme Personel
September 3, 2026Sejumlah Perusahaan Tambang Diduga Mangkir Bayar Pajak GPM Desak Kejati Malut Segera Beri Sanksi Teg...
September 3, 2026Lewat Dialog RRI, Polda Malut Gaungkan Gerakan Bersama Cegah Karhutla
September 3, 2026Seriusi Peningkatan Pelayanan Kesehatan di Wilayah Kepulauan Pemkot Ternate Rencanakan Penambahan Am...
September 3, 2026Dituding Selingkuh di Hotel, RM Bantah: Affendi Hanya Anak Kos, Suami Saya Salah Paham
September 2, 2026Semangat HUT Polwan ke-78, Polwan Polres Ternate Hadir Beri Motivasi bagi WBP Perempuan
September 2, 2026Perkuat Sinergitas, Kapolres Ternate Kunjungi Lapas Perempuan Kelas III Ternate
September 2, 2026Satlantas Polres Ternate Ungkap Perkembangan Kasus Tabrakan Beruntun di Toboko
September 2, 2026Bahas 7 Program Prioritas Kapolda Maluku Utara: Jajaran Polsek Pulau Makian Gelar Rakor Bersama Fork...
September 2, 2026Digerebek Suami, Dugaan Perselingkuhan Ibu Bhayangkari di Morotai Mencuat
September 2, 2026Polri Perkuat Pencegahan dan Pengendalian Karhutla, Polda Maluku Utara Siap Tingkatkan Kesiapsiagaan
September 1, 2026Soal Keterlamabatan Rujukan Pasien Di Pulau Moti, Dinkes Ternate Beri Penjelasan
September 1, 2026Polsek Pelabuhan Ahmad Yani Ternate Berhasil Gagalkan Penyelundupan Ratusan Botol Miras
September 1, 2026Tumpukan Limbah Ban Bekas Milik PT IWIP Hangus Terbakar. Pengelolaan Lingkungan Perusahaan Dipertany...
Agustus 31, 2026Pimpin Langsung Apel Pagi, Kapolres Ternate Tekankan Profesionalitas dan Integritas Personel dalam M...
Agustus 31, 2026Polisi Tangkap Terduga Pelaku Penipuan dan Penggelapan Dana Perjalanan Umroh yang Rugikan Masyarakat...
Agustus 31, 2026Kapolri Mutasi Sejumlah Pejabat di Polda Maluku Utara, Wakapolda hingga Dir Reskrimsus Berganti
Agustus 31, 2026Dua Anak Perempuan di Halsel Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual, Terduga Pelaku Masih Berkeliaran
Agustus 29, 2026Buntut Dugaan KDRT Dan Perselingkuhan Oknum Anggota Polda Malut Terancam Di PTDH
Agustus 27, 2026Penulis : Amat










































