Haltim, Detikharianpos.com – Kerusakan talud penahan air laut di Desa Foli, Kecamatan Wasile Tengah, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, dikeluhkan warga karena menyebabkan air laut sering masuk ke permukiman warga saat pasang naik.
Kondisi tersebut disebut telah berlangsung kurang lebih tiga tahun tanpa adanya perbaikan dari pemerintah daerah. Akibat rusaknya talud di kawasan pesisir itu, air laut tidak hanya menggenangi rumah warga, tetapi juga meluap hingga ke badan jalan desa ketika air pasang tinggi terjadi.
Salah satu warga Desa Foli, Wahyudi Kiha, mengatakan kerusakan talud tersebut semakin mengkhawatirkan karena berdampak langsung terhadap aktivitas dan kenyamanan masyarakat yang tinggal di sekitar pantai.
“Talud itu sudah hampir tiga tahun rusak. Kalau air laut pasang, air bisa masuk sampai ke rumah warga bahkan sampai ke jalan,” ujar Wahyudi kepada media ini, Selasa (02/06).
Menurutnya, masyarakat pesisir Desa Foli sebenarnya telah berulang kali menyampaikan usulan perbaikan melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Namun hingga kini, usulan tersebut belum juga direalisasikan.
“Kami bersama masyarakat sekitar pantai sudah beberapa kali mengusulkan saat Musrenbang, tetapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” katanya.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur bersama dinas terkait segera turun tangan menangani persoalan tersebut sebelum kerusakan semakin parah dan mengancam permukiman warga.
Masyarakat juga meminta agar pemerintah tidak hanya melakukan perbaikan sementara, tetapi membangun tanggul atau talud baru yang lebih kuat dan mampu menahan hantaman air laut dalam jangka panjang.
“Kami berharap pemerintah daerah dan dinas terkait segera memperbaiki talud ini, kalau perlu dibuat tanggul baru yang lebih kuat agar masyarakat tidak terus terdampak saat air pasang,” harap warga.
Penulis : Amat
































