Haltim, Detikharianpos.com – Harga kopra di Kabupaten Halmahera Timur hingga kini masih mengalami fluktuasi dan belum menunjukkan kestabilan.
Kondisi tersebut membuat petani belum memperoleh kepastian pendapatan, terlebih di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang turut meningkatkan biaya produksi dan distribusi hasil panen.
Situasi ini mendorong masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dapat mengambil peran lebih besar dalam mendukung sektor pertanian dan perkebunan, khususnya sebagai penyangga hasil panen masyarakat.
Warga menilai Halmahera Timur tidak hanya memiliki potensi besar di sektor pertambangan, tetapi juga merupakan daerah penghasil berbagai komoditas perkebunan dan pertanian, seperti kelapa, pala, kakao, serta komoditas lainnya yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Salah seorang warga Desa Dodaga, Kecamatan Wasile Timur, Hamid HJ Ibrahim, mengatakan petani hingga kini masih bergantung pada pedagang pengumpul sehingga harga hasil panen sangat dipengaruhi kondisi pasar.
“Harga kopra masih belum stabil. Ditambah lagi harga BBM naik sehingga biaya angkut juga semakin tinggi. Kami berharap Pemerintah Daerah melalui BUMD bisa hadir membeli hasil panen masyarakat dengan harga yang layak agar petani memiliki kepastian pasar dan tidak selalu bergantung pada tengkulak,” ujar Hamid, Minggu (21/06).
Menurutnya, BUMD seharusnya tidak hanya berfokus pada kerja sama di sektor pertambangan, tetapi juga diberikan peran strategis dalam memperkuat sektor pertanian dan perkebunan.
Peran tersebut dapat diwujudkan melalui pembelian hasil panen petani, pengembangan jaringan pemasaran, hingga pengolahan komoditas lokal agar memiliki nilai tambah.
Masyarakat berharap kehadiran BUMD dapat menjadi instrumen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga komoditas, memperkuat ekonomi kerakyatan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Halmahera Timur.
Penulis : Amat


































