Harga Kopra Belum Stabil, BBM Naik, Masyarakat Harap BUMD Haltim Jadi Penyangga Hasil Panen

- Jurnalis

Minggu, 21 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengerjaan Kopra

Pengerjaan Kopra

Haltim, Detikharianpos.com – Harga kopra di Kabupaten Halmahera Timur hingga kini masih mengalami fluktuasi dan belum menunjukkan kestabilan.

Kondisi tersebut membuat petani belum memperoleh kepastian pendapatan, terlebih di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang turut meningkatkan biaya produksi dan distribusi hasil panen.

Situasi ini mendorong masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dapat mengambil peran lebih besar dalam mendukung sektor pertanian dan perkebunan, khususnya sebagai penyangga hasil panen masyarakat.

Warga menilai Halmahera Timur tidak hanya memiliki potensi besar di sektor pertambangan, tetapi juga merupakan daerah penghasil berbagai komoditas perkebunan dan pertanian, seperti kelapa, pala, kakao, serta komoditas lainnya yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

Salah seorang warga Desa Dodaga, Kecamatan Wasile Timur, Hamid HJ Ibrahim, mengatakan petani hingga kini masih bergantung pada pedagang pengumpul sehingga harga hasil panen sangat dipengaruhi kondisi pasar.

“Harga kopra masih belum stabil. Ditambah lagi harga BBM naik sehingga biaya angkut juga semakin tinggi. Kami berharap Pemerintah Daerah melalui BUMD bisa hadir membeli hasil panen masyarakat dengan harga yang layak agar petani memiliki kepastian pasar dan tidak selalu bergantung pada tengkulak,” ujar Hamid, Minggu (21/06).

Menurutnya, BUMD seharusnya tidak hanya berfokus pada kerja sama di sektor pertambangan, tetapi juga diberikan peran strategis dalam memperkuat sektor pertanian dan perkebunan.

Peran tersebut dapat diwujudkan melalui pembelian hasil panen petani, pengembangan jaringan pemasaran, hingga pengolahan komoditas lokal agar memiliki nilai tambah.

Masyarakat berharap kehadiran BUMD dapat menjadi instrumen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga komoditas, memperkuat ekonomi kerakyatan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Halmahera Timur.

Penulis : Amat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikharianpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPBD Haltim Segera Tinjau Longsoran Tebing di Desa Bumi Restu, Hasil Pendataan Akan Direkomendasikan ke Dinas Teknis
Salimah dan BKMT Haltim Bentuk Panitia Bersama Ansyithah Muharram di Tutuling Jaya, Usung Tema “Hijrah untuk Negeri”
Harga Rica dan Tomat Berfluktuasi, Petani Tutuling Jaya Harapkan Intervensi Pemkab Haltim
Dukung Program PISEW 2026, Camat Wasile Timur Pimpin Pembentukan Pokmas KAD Dua Desa
Di Tengah Gempuran Beras Luar, Petani Padi Toboino Tetap Bertahan Menjaga Ketahanan Pangan Haltim
Menjawab Sorotan Warga, Dishub Haltim Klarifikasi Progres dan Kendala Operasional Terminal Subaim
Menjawab Sorotan Warga, Dishub Haltim Klarifikasi Progres dan Kendala Operasional Terminal Subaim
Terminal Subaim Belum Beroperasi Meski Bangunan Rampung, Masyarakat Pertanyakan Kejelasan Fungsinya

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 13:11 WIT

Harga Kopra Belum Stabil, BBM Naik, Masyarakat Harap BUMD Haltim Jadi Penyangga Hasil Panen

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:17 WIT

BPBD Haltim Segera Tinjau Longsoran Tebing di Desa Bumi Restu, Hasil Pendataan Akan Direkomendasikan ke Dinas Teknis

Sabtu, 20 Juni 2026 - 12:12 WIT

Salimah dan BKMT Haltim Bentuk Panitia Bersama Ansyithah Muharram di Tutuling Jaya, Usung Tema “Hijrah untuk Negeri”

Sabtu, 20 Juni 2026 - 06:33 WIT

Harga Rica dan Tomat Berfluktuasi, Petani Tutuling Jaya Harapkan Intervensi Pemkab Haltim

Kamis, 18 Juni 2026 - 07:26 WIT

Di Tengah Gempuran Beras Luar, Petani Padi Toboino Tetap Bertahan Menjaga Ketahanan Pangan Haltim

Berita Terbaru