Haltim, Detikharianpos.com – Warga Desa Dodaga, Kecamatan Wasile Timur, Kabupaten Halmahera Timur, menilai pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi di wilayah mereka hingga saat ini belum dilakukan secara merata. Masyarakat bahkan menilai pemerintah bersama pihak terkait terkesan pilih kasih dalam pembangunan tower jaringan di Kecamatan Wasile Timur.
Pasalnya, Desa Toboino yang sebelumnya sudah memiliki tower jaringan telekomunikasi dengan kapasitas sekitar 75 meter, kini kembali dibangun tower baru. Sementara itu, Desa Dodaga yang merupakan pusat pemerintahan Kecamatan Wasile Timur hingga kini masih hanya mengandalkan tower mini Telkomsel Bakti dengan kualitas jaringan yang dinilai sangat terbatas dan sering mengalami gangguan.
Kondisi tersebut memicu kekecewaan masyarakat Dodaga karena akses komunikasi dan internet di desa mereka dinilai belum memadai. Padahal, sebagai pusat pemerintahan kecamatan, Desa Dodaga membutuhkan jaringan telekomunikasi yang stabil dan berkualitas guna menunjang pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, serta aktivitas masyarakat sehari-hari.
Foto yang beredar di tengah masyarakat memperlihatkan lokasi pembangunan tower baru di Desa Toboino yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan.
Warga mempertanyakan alasan pembangunan tower baru kembali dipusatkan di desa yang sebelumnya sudah memiliki infrastruktur jaringan telekomunikasi, sementara wilayah lain yang masih mengalami kesulitan jaringan belum mendapatkan perhatian serius.
Salah satu warga Desa Dodaga, Hamid Hj. Ibrahim, mengatakan masyarakat bukan menolak pembangunan tower di desa lain. Namun, menurutnya, pemerintah dan pihak Telkomsel seharusnya lebih memprioritaskan wilayah yang benar-benar masih mengalami keterbatasan jaringan komunikasi.
“Kami masyarakat Dodaga merasa pembangunan jaringan belum adil. Desa Toboino yang sudah memiliki tower kini kembali dibangun tower baru lagi, sementara Dodaga yang merupakan pusat Kecamatan Wasile Timur masih hanya mengandalkan tower mini dengan jaringan yang sering bermasalah,” ujarnya, Kamis (04/06).
Menurut Hamid, lemahnya jaringan telekomunikasi sangat berdampak terhadap kehidupan masyarakat, terutama dalam kondisi darurat, pelayanan pemerintahan, kegiatan pendidikan, hingga kebutuhan komunikasi masyarakat sehari-hari.
“Kadang masyarakat harus mencari titik tertentu hanya untuk mendapatkan sinyal telepon atau internet. Ini sangat menyulitkan masyarakat, apalagi sekarang hampir semua pelayanan sudah menggunakan sistem online,” katanya.
Selain berdampak terhadap masyarakat umum, keterbatasan jaringan internet juga dinilai menghambat pelayanan administrasi pemerintahan di kantor kecamatan, sekolah, puskesmas, maupun instansi pelayanan publik lainnya di Desa Dodaga.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) bersama pihak Telkomsel dapat segera membangun BTS Tower 4G/5G berkapasitas nasional di Desa Dodaga agar kualitas jaringan telekomunikasi dapat dinikmati secara merata oleh seluruh masyarakat Kecamatan Wasile Timur.
Warga juga meminta agar pembangunan infrastruktur telekomunikasi dilakukan secara adil, tepat sasaran, dan berdasarkan kebutuhan masyarakat di wilayah yang benar-benar masih mengalami keterbatasan akses jaringan.
“Dodaga adalah pusat pemerintahan Kecamatan Wasile Timur. Sudah seharusnya mendapat perhatian serius terkait pembangunan jaringan komunikasi demi kepentingan masyarakat luas,” tutup Hamid Hj. Ibrahim.
Masyarakat berharap aspirasi tersebut dapat segera ditindaklanjuti demi meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat akses komunikasi masyarakat, serta menunjang perkembangan daerah di Kecamatan Wasile Timur, Kabupaten Halmahera Timur.
Penulis : Amat

































