Diduga Limbah PT STS Kembali Genangi Jalan Umum di Haltim, Warga Soroti Lemahnya Pengawasan

- Jurnalis

Minggu, 31 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Haltim, Detikharianpos.com – Aktivitas pertambangan milik PT STS kembali menuai kecaman keras dari masyarakat setelah limbah perusahaan diduga kembali menggenangi badan jalan umum di wilayah Kecamatan Maba Tengah, Kabupaten Halmahera Timur, (Haltim).

Peristiwa yang disebut sudah berulang kali terjadi itu memicu kemarahan warga karena dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan serta mencerminkan lemahnya pengawasan pemerintah terhadap aktivitas pertambangan di daerah.

Pantauan di lapangan menunjukkan limbah bercampur lumpur dari area aktivitas perusahaan mengalir hingga menutupi ruas jalan lintas yang setiap hari digunakan masyarakat.

Kondisi tersebut semakin parah saat hujan turun. Jalan berubah menjadi licin, berlumpur, dan rawan menyebabkan kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara roda dua.

Masyarakat menilai persoalan tersebut bukan lagi sekadar insiden biasa, melainkan bentuk kelalaian serius perusahaan yang terus berulang tanpa adanya tindakan tegas dari pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi.

Warga Maba Tengah mendesak Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dinas terkait, serta Inspektur Pertambangan Maluku Utara agar segera turun tangan melakukan evaluasi total terhadap aktivitas PT STS, khususnya terkait pengelolaan limbah dan dampak lingkungan yang dirasakan masyarakat.

Salah satu pemuda Maba Tengah, Sultan Kiye, secara terbuka meluapkan kekecewaannya terhadap sikap pemerintah yang dinilai hanya diam melihat persoalan yang terus berulang.

“Ini bukan baru sekali, tetapi sudah berkali-kali terjadi. Setiap musim hujan masyarakat harus mempertaruhkan nyawa saat melintas karena jalan dipenuhi lumpur dan limbah. Kami kecewa karena pemerintah daerah, pemprov, dinas terkait, sampai pengawas pertambangan terkesan tutup mata. Jangan hanya sibuk mengurus pemasukan dan kepentingan perusahaan, tetapi keselamatan masyarakat diabaikan,” tegasnya, Minggu (31/05).

Ia menilai lemahnya pengawasan dari pemerintah dan instansi terkait membuat perusahaan seolah bebas beroperasi tanpa memperhatikan dampak yang ditimbulkan terhadap masyarakat maupun lingkungan sekitar.

Menurut warga, apabila fungsi pengawasan benar-benar dijalankan secara serius, maka limbah perusahaan tidak akan terus mengalir hingga mencemari dan menggenangi fasilitas umum yang digunakan masyarakat setiap hari.

Masyarakat juga mempertanyakan peran Dinas Lingkungan Hidup dan Inspektur Pertambangan Maluku Utara yang dinilai belum maksimal dalam melakukan pengawasan terhadap aktivitas perusahaan tambang di Halmahera Timur.

“Kalau pengawasan berjalan baik, persoalan seperti ini tidak akan terus terulang. Masyarakat sudah berkali-kali mengeluh, tetapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata yang benar-benar menyelesaikan masalah,” ujar warga lainnya.

Selain membahayakan pengguna jalan, warga khawatir limbah tersebut dapat berdampak lebih luas terhadap lingkungan sekitar apabila terus dibiarkan tanpa penanganan serius. Mereka meminta pemerintah tidak hanya menerima laporan administratif perusahaan, tetapi turun langsung melihat kondisi di lapangan.

Warga mendesak agar dilakukan pemeriksaan terbuka terhadap sistem pengelolaan limbah PT STS serta pemberian sanksi tegas apabila ditemukan adanya pelanggaran lingkungan maupun kelalaian perusahaan dalam menjalankan aktivitas pertambangan.

Masyarakat juga meminta pemerintah daerah dan pemerintah provinsi tidak bersikap pasif terhadap persoalan lingkungan yang terjadi di wilayah pertambangan.

Menurut mereka, keselamatan masyarakat dan perlindungan lingkungan hidup harus menjadi prioritas utama, bukan hanya kepentingan investasi semata.

“Jangan tunggu ada korban jiwa baru pemerintah bergerak. Jalan ini dipakai masyarakat setiap hari. Kalau terus dibiarkan, ini sama saja membahayakan rakyat,” tegas seorang warga.

Penulis : Amat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikharianpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kecamatan Wasile Ucapkan Selamat HUT ke-23 Kabupaten Haltim, Ajak Masyarakat Dukung Pembangunan Daerah
Bupati Halteng Temui Warga Desa Sakam, Upayakan Pembangunan Jembatan Penghubung Haltim–Halteng
Upacara HUT Haltim Digelar, Berikut Kata Bupati Ubaid Yakub
Bupati Ikram Malan Sangadji Hadiri Upacara HUT ke-23 Kabupaten Halmahera Timur
Diduga Tercemar, GMNI Malut Desak PT JAS dan PT ARA Buka Hasil Uji Air Sungai Opyang
Warga Desa Foli Kembali Keluhkan Buruknya Jaringan Telekomunikasi, Aktivitas Masyarakat Terganggu
PT Tanur Mutmainah Hadirkan Promo Paket Umroh 2026 untuk Masyarakat Maluku Utara
KPK Respons Laporan FORMATIK, Dugaan Korupsi Tiga SKPD Malut Mulai Diusut

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 13:49 WIT

Kecamatan Wasile Ucapkan Selamat HUT ke-23 Kabupaten Haltim, Ajak Masyarakat Dukung Pembangunan Daerah

Minggu, 31 Mei 2026 - 10:46 WIT

Bupati Halteng Temui Warga Desa Sakam, Upayakan Pembangunan Jembatan Penghubung Haltim–Halteng

Minggu, 31 Mei 2026 - 08:18 WIT

Upacara HUT Haltim Digelar, Berikut Kata Bupati Ubaid Yakub

Minggu, 31 Mei 2026 - 08:03 WIT

Bupati Ikram Malan Sangadji Hadiri Upacara HUT ke-23 Kabupaten Halmahera Timur

Minggu, 31 Mei 2026 - 07:57 WIT

Diduga Limbah PT STS Kembali Genangi Jalan Umum di Haltim, Warga Soroti Lemahnya Pengawasan

Berita Terbaru

Maluku Utara

Upacara HUT Haltim Digelar, Berikut Kata Bupati Ubaid Yakub

Minggu, 31 Mei 2026 - 08:18 WIT